Jakarta-BNI.co.id
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menjelaskan rincian alokasi anggaran untuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta operasional lembaga dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027.
Hal tersebut disampaikannya usai melakukan pertemuan dengan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Sudaryono menyebutkan bahwa total anggaran yang dialokasikan untuk mendukung pelaksanaan program unggulan pemerintah ini mencapai Rp240 triliun.
Anggaran tersebut akan digunakan untuk dua pilar utama: penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis bagi masyarakat sasaran serta menutup seluruh kebutuhan operasional Badan Gizi Nasional sebagai lembaga pelaksana.
“Kami membahas rincian kebutuhan anggaran untuk program MBG dan operasional BGN di tahun 2027. Alokasi yang kami siapkan mencapai Rp240 triliun untuk memastikan program ini berjalan optimal dan tepat sasaran,” ungkap Sudaryono usai pertemuan.
Pembahasan alokasi anggaran ini menjadi langkah krusial guna memastikan ketersediaan dana yang cukup dan berkelanjutan bagi program Makan Bergizi Gratis yang ditargetkan dapat menjangkau jutaan penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Sinergi antara BGN dan Kementerian Keuangan diharapkan dapat menjamin penyaluran anggaran tepat waktu, transparan, serta dapat dipertanggungjawabkan.
Alokasi anggaran sebesar Rp240 triliun ini akan dimuat secara resmi dalam RAPBN 2027 yang selanjutnya akan dibahas bersama Dewan Perwakilan Rakyat sebelum disahkan menjadi undang-undang anggaran negara.
Dengan ditetapkannya alokasi anggaran tersebut, BGN berharap program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih luas, lebih merata, dan lebih bermutu di seluruh pelosok negeri.
Dukungan anggaran yang memadai menjadi fondasi utama agar target peningkatan gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah dan kelompok rentan, dapat tercapai sesuai rencana pemerintah.






