BNI.com//Sambas – Kalbar – Bismillah, Ila hadrotin Nabi Muhammad Shallallâhu alaihi wa sallam. wazuriyatihi wa ‘ali baitihi wa ashabihi wa khususon ila syikh Abdul Qadir Al Jailani wa syikh Junaid Al Baghdadi wa ila silsilati masyaikh ina Thoriqoh Qodiriyah wa Naqsyabandiyah wa khususon makhsus ila Syikh Ahmad Khotib As-Sambasi wa hadratus Syikh Kiyai Hasyim Asy’ari wa ulamail amilin Mukhlisin nala lahuddin Lahummul Fatihah.
Selesai membaca tawasul maka Konferensi Cabang V Nahdhatul Ulama Kabupaten Sambas yang mengusung tema Meneguhkan Ideologi Menguatkan Tradisi dan Kemandirian NU resmi dibuka oleh Ketua Tanfidziyah PWNU Kalbar Dr. H. Syarif, S.Ag., MA diruang Jasmine Hotel Pantura Jaya Sambas, Sabtu pagi (24/6/2023).
Tampak hadir legislator fraksi PKB DPRD provinsi Kalbar, Juliarti Djuhardi Alwi. Bupati Sambas Satono, pihak Kodim 1208/SBS, pihak Polres Sambas, legislator fraksi PKB DPRD Sambas Erwin Johana, unsur Forkopimda lainnya. Selain jajaran pengurus PCNU Sambas hadir pula dari Pimpinan Ponpes, Fatayat, PC Muslimat NU, para pengurus MWC, Banom, ketua lembaga dan kaum Nahdliyyin Kabupaten Sambas.
Dalam sambutannya Dr. Syarif menyebutkan ada 4 unsur dasar atau manhajnya NU. Pertama adalah Tawasul, sesuai Qur’an surah Al Maidah ayat 35. Kedua Tawazun, yakni keseimbangan dimana NU itu harus bisa menjadi penyeimbang disegala aspek kehidupan. Yang ketiga adalah Tasammuh, yakni sikap toleransi terhadap sesama dan keempat adalah Tawasud, artinya NU bersikap moderad, tidak kaku.
“Yang terpenting mengembalikan Hittoh “sam’an wato’atan”, patuh kepada perintah perintah para Guru Kiai dan Ulama atas dasar meneguhkan ideologi, menguatkan tradisi dan kemandirian NU,” ucap Syarif disambut tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin.
Sementara menurut Ketua DPC PKB Juliarti Djuhardi Alwi mengatakan ini adalah pengalaman pertamanya memberikan kata sambutan dihadapan ormas Islam, yang katanya ini adalah organisasi terbesar di dunia. Ia mengaku merasa kecil dihadapan para guru, ulama dan kiai yang hadir dalam konfercab V NU Sambas saat ini.
“Ini pengalaman pertama saya berbicara ditengah-tengah acara ormas Islam, semoga saya masih bisa memberikan sumbangsih terbaik untuk perkembangan NU Kabupaten Sambas selanjutnya. Saya mohon bersatulah ormas Islam agar kita bisa meraih kejayaan yang dicita-citakan,” tandasnya.
Saat sesi Isoma bni.com bertemu Ustadz Rahmadi, salah seorang peserta konfercab. Ia berharap dengan terselenggaranya konfercab V ini amaliah NU semakin membumi di Kabupaten Sambas.
“Untuk PCNU Sambas dan MWC semoga dapat berkolaborasi dengan Pemda Sambas untuk lebih memajukan NU,” ucapnya.
Rahmadi pria tambun ini berasal dari Desa Matang Tarab Kecamatan Jawai Selatan. Ia merupakan satu-satunya orang Sambas yang pernah mengenyam pendidikan di Ponpes Darul Lughoh wa Dakwah (Dalwa) Bangil, Pasuruan Jawa Timur selama lima tahun. Dan saat ini ia adalah guru Fiqih, Bahasa Arab, ilmu Hadits dan Nahwu Shorof di Ponpes Dar Adz-Dzakirin Tekarang.
“Semoga dengan terselenggaranya Konfercab V NU Sambas ini kita semakin giat mendalami ajaran Islam serta patuh dan taat kepada ulama, kiai dan para guru yang telah menjadi tradisi kita sesuai dengan ajaran dan amaliah NU,” ungkapnya mengakhiri pembicaraan.(RL4H).
Penulis Radiman Lah











