Jambi-BNI.co.id
Suasana di halaman kantor gubernur jambi menjadi padat dan penuh semangat saat ratusan anggota organisasi masyarakat (ormas) grib jaya yang berasal dari seluruh dewan pimpinan cabang (dpc) dan dewan pimpinan daerah (dpd) serta berbagai sektor berkumpul dalam aksi demonstrasi besar-besaran, Rabu (26/8/2026).
Aksi ini merupakan gelombang kedua yang digelar untuk menyuarakan aspirasi masyarakat terkait pengelolaan sumber daya alam dan tata kelola pemerintahan di provinsi jambi.
Dalam orasi yang disampaikan ketua grib jaya di hadapan para anggotanya, organisasi ini secara tegas mengajukan empat poin tuntutan kepada pemerintah provinsi jambi:
1. Usut tuntas korporasi tambang dan mafia tambang — meminta aparat penegak hukum dan pemerintah mengungkap serta menindak tegas praktik korupsi dan pelanggaran di sektor pertambangan yang merugikan daerah dan masyarakat.
2. Copot dan periksa gubernur — meminta gubernur jambi h. al haris dicopot dari jabatannya dan diperiksa terkait dugaan penyimpangan yang terjadi selama masa jabatannya.
3. Hentikan oligarki dan perselingkuhan pejabat dan pengusaha — menuntut pemutusan hubungan kepentingan yang tidak sehat antara pejabat pemerintahan dengan dunia usaha yang merugikan publik.
4. Transparansi hasil apbd dan investasi jambi — menuntut keterbukaan penuh dalam pengelolaan anggaran pendapatan belanja daerah serta aliran dana investasi yang masuk ke provinsi jambi.
selain empat poin utama, ketua grib jaya juga menyoroti polusi udara dan kebakaran hutan yang kerap melanda jambi, meminta pemerintah memperkecil dampak bencana tersebut demi kesehatan masyarakat.
“Kami datang baik-baik ke sini dengan niat baik, agar ada cerminan ke depan. kami harapkan gubernur h. al haris mendengar keluh kesah masyarakat,” tegas ketua grib jaya di hadapan massa.
Merespons aksi demonstrasi tersebut, pemerintah provinsi jambi diwakili oleh asisten i, bapak arif, yang turun langsung menemui para pendemo dan menerima seluruh tuntutan.
“Semua aspirasi yang bapak-ibu sampaikan saya tampung. saya akan sampaikan kepada gubernur dan dewan perwakilan rakyat daerah. untuk menyikapi hal ini tentu harus melalui proses yang sesuai aturan,” ujar arif.
Respons positif dari pihak pemerintah ini disambut baik oleh para pendemo. ketua grib jaya menyatakan kepuasannya:
“Saya sangat senang. demo jilid ii kami ini mendapat tanggapan positif dari pemerintah jambi. semua tuntutan ini demi kemakmuran provinsi jambi dan transparansi pengelolaan hasil bumi milik rakyat.”
Meski hanya menggunakan pengeras suara seadanya, semangat anggota tetap membara dan penuh antusiasme. aksi berlangsung tertib dan damai.
Aksi damai ini menjadi bukti keseriusan masyarakat jambi dalam mengawasi jalannya pemerintahan. kini seluruh mata tertuju pada gubernur h. al haris dan jajaran pemerintah provinsi jambi — apakah tuntutan rakyat ini akan mendapat jawaban nyata atau sekadar menjadi catatan tanpa tindak lanjut.











