BNI.com//Sambas – Kalbar – Kecamatan Sejangkung merupakan salah satu Kecamatan tertua di Kabupaten Sambas. Dalam kurun waktu tak kurang dari 15 tahun terakhir masih belum bisa melahirkan satu orang wakil rakyat pun yang menjadi penyambung lidah di lembaga DPRD Sambas, Senin (26/6/2023).

Adalah Almizan, mantan dosen Ekonomi di Universitas Tanjung Pura (Untan), juga mantan anggota DPRD Sambas periode 2004-2009. Tokoh masyarakat Sejangkung yang akrab disapa Long Ammi ini menyempatkan diri hadir pada acara Dialog Kepemimpinan yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Kecamatan Sejangkung (HMKS) pada Ahad malam.

Mengusung tema “Kemana arah Sejangkung ditahun depan” mengambil tempat di lokasi pasar rakyat Sejangkung. Kegiatan semacam ini merupakan aksi perdana dan baru pertama sekali dilakukan. Ini juga sebagai upaya nyata para mahasiswa Sejangkung menunjukkan kepedulian terhadap perkembangan daerahnya.

Menurut Almizan diskusi yang berlangsung dalam Dialog Kepemimpinan ini memberikan inspirasi kepada dirinya dan kepada semua yang hadir untuk kompak. Ia berharap dengan kompak Sejangkung bisa melahirkan anggota DPRD yang akan memperjuangkan apa yang menjadi aspirasi masyarakat.

Selanjutnya ia melihat nuansa kepedulian orang muda, yakni bagaimana kawan-kawan mahasiswa ini mencoba merapatkan semua unsur dalam sebuah diskusi merancang Sejangkung kedepan itu harus seperti apa dan bagaimana ditahun depan.

“Saya salut dengan kawan-kawan mahasiswa Sejangkung yang ikut membantu masyarakat mengawal proses pembangunan ketika nanti telah lahir anggota dewannya,” ungkap Almizan.

Ia menjelaskan ketertinggalan Sejangkung selama ini cukup besar, cukup panjang dan cukup jauh. Harapannya kedepan kemajuan dan perkembangan Sejangkung bisa dipercepat karena letaknya yang tidak begitu jauh dari Border Aruk Sajingan. Jika Sejangkng maju InsyaAllah daerah lain juga ikut maju.

“Maka yang paling pokok seperti yang pernah saya sampaikan adalah persoalan utama terkait tata ruang kedepannya harus diramu oleh kawan-kawan mahasiswa beserta masyarakat untuk menjadi bahan masukan bagi pemerintah daerah untuk membuat tata ruang Kecamatan Sejangkung, terutama pada wilayah perbatasan yang sinergi dengan tata ruang kabupaten, provinsi dan pusat,” jelas Almizan.

“Intinya benahi tata ruang terlebih dahulu karena tata ruang menyangkut keseluruhan yang ada,” pungkasnya.(RL4H).

Penulis Radiman Lah

Bagikan :