Luwu Utara-BNI.co.id

Presidium Gerakan Perjuangan Provinsi Luwu Raya (GPPRL) menyelenggarakan rapat konsolidasi di Sekretariat PGRI Luwu Utara pada Jumat (30/1/2026).

Rapat dipimpin oleh Koordinator Presidium GPPRL, Karemuddin, dengan didampingi Dewan Penasehat GPPRL, Ismaruddin. Kegiatan dihadiri oleh para anggota presidium, aliansi masyarakat, serta mahasiswa dari berbagai institusi di Luwu Utara.

Karemuddin menyampaikan bahwa rapat bertujuan mengevaluasi langkah-langkah gerakan sebelumnya sekaligus menyusun strategi perjuangan yang lebih humanis, persuasif, dan damai dalam menyuarakan aspirasi pemekaran Provinsi Luwu Raya.

“Ke depan, gerakan GPPRL harus mampu menarik simpati masyarakat luas dan mendorong partisipasi bersama tanpa menimbulkan dampak negatif di lapangan,” ujar Karemuddin.

Ia menegaskan bahwa perjuangan untuk pembentukan Provinsi Luwu Raya bukan sekadar serangkaian aksi, melainkan gerakan kolektif yang mengedepankan etika, edukasi publik, dan nilai-nilai kedamaian.

Dalam rapat konsolidasi tersebut, GPPRL merencanakan pelaksanaan aksi damai bertema “Sejuta Dukungan untuk Provinsi Luwu Raya” yang akan digelar di Tugu Coklat, Desa Radda, sepanjang Jalan Poros Trans Sulawesi pada Senin (2/2/2026).

GPPRL menetapkan Ilhamuddin sebagai Koordinator Lapangan untuk mengatur pelaksanaan aksi tersebut. Kegiatan dijadwalkan dimulai pukul 10.00 WITA hingga selesai, dengan menerapkan sistem buka-tutup jalur Trans Sulawesi.

“Mobil ambulans, kendaraan yang mengangkut bahan bakar minyak (BBM), elpiji, serta kendaraan darurat lainnya tetap menjadi prioritas untuk melintas. Prinsip kami, pelayanan kemanusiaan tidak boleh terganggu,” tegas Ilhamuddin.

Ia menambahkan bahwa aksi damai akan diisi dengan rangkaian kegiatan, antara lain orasi publik, edukasi mengenai aspirasi pemekaran, pembagian selebaran informasi, serta testimoni dari berbagai elemen masyarakat yang mendukung pembentukan Provinsi Luwu Raya.

Melalui surat terbuka, GPPRL mengajak seluruh elemen masyarakat Luwu Utara untuk hadir dan berpartisipasi dalam menyampaikan aspirasi secara damai dan bermartabat.

GPPRL juga menepis informasi yang beredar di media sosial seperti Facebook, Instagram, dan TikTok terkait dugaan rencana aksi pemblokiran jalan atau lockdown. Mereka menegaskan bahwa kegiatan yang akan digelar merupakan aksi damai yang terbuka untuk umum.

Bagikan :