Makassar-BNI.co.id

Gonjang-ganjing yang di alami Muh Udhin Inda, SE tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun semua itu dijalani dengan penuh kesabaran dan semangat kerja selalu optimis demi meraih kesuksesan yang abadi, kini melanjutkan perjuangan saudara kandung yang sudah Almarhum yang mendirikan Komunitas Bugis Makassar Bersatu (KBMB.

Tentunya dengan melanjutkan KBMB satu diantara kisah piluh yang dirasakan Muh Udhin Inda,SE sangat sulit dibahasakan dengan kata kata. Kini dengan semangat patriotisme dengan menyandang sebagai Ketua umum KBMB dia meyakini akan menyaingi komunitas yang sudah ada.

Muh Udhin Inda SE yang akrab disapa Bang Ical lahir Pada Tgl 30 Desember 1968 di salah satu desa terpencil di Kelurahan Bontokamase Kecamatan Herlang Kab Bulukumba.

ia mengikuti jejak Ayahnya sebagai seorang pengusaha, Bang Ical mulai meniti kariernya dengan usaha Mobil Angkutan Umum pada tahun 1989 dengan rute Makassar – Kab Bulukumba,- Kec Herlang PP kurang lebih hampir 10 tahun menekuni usaha angkutan umum tsb pada tahun 1999.

Berangkat dari pengalaman menggeluti angkutan mobil , akhirnya beralih Profesi menjadi Kontraktor di bawah bendera CV Karunia yang didirikannya begerak di Bidang Jasa Konstruksi, dalam menjalani profesinya sebagai Kontraktor banyak suka dan duka yang di alami termasuk jatuh bangun.

Namun jiwa petarungnya tetap menggelora dan tidak pernah patah semangat ketika jatuh ia berusaha untuk bangkit lagi pada tahun 2007.

Tidak cukup dari beberapa perjuangan yang panjang mencoba membalikkan haluan kapal dengan bergabung di salah satu Ormas Besar di Kota Makassar Sulawesi Selatan yakni Gerakan Masyarakat Sulawesi Selatan, (GERMAS)

Pada waktu di nahkodai Prof Dr Syahrul Yasin Limpo SH. MH. (SYL) yang juga Gebernur Sulawesi Selatan terpilih pada Pilkada Sulawesi Selatan periode 2007 – 2012 saat itu,

Di ormas itu, Bang Ical banyak belajar tentang Ilmu Politik kepada SYL, , pada tahun 2008 akhirnya mencoba bergabung di Partai Amanat Nasional (PAN) di percaya sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) oleh Ashabul Kahfi selaku Ketua DPW PAN Provinsi Sulawesi Selatan.

Oleh Koleganya di Partai PAN ia di sapa Prof karena Kepalanya yang Botak Sexy, pada tahun 2010 ia mulai mengerjakan Project Nasional dengan menjadi Rekanan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI ia di percaya mengerjakan Project di tiga lembaga di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang ada di Sulawesi Selatan.

Yakni LPMP yang sekarang sudah berubah nama Menjadi BPMP di jalan AP Pettarani Kota Makassar, P4TK di Moncong Loe dan Kampus Politeknik Media Kreatif di Tamalanrea .

Pada tahun 2012 ia pindah Domisili di Ibukota Jakarta di percaya mengerjakan Project di Kantor Kementerian Pendidikan & Kebudayaan RI, Jln Jenderal Sudirman Jakarta pusat. P4TK Cianjur Jawa Barat, dan di LPMP/BPMP DKI Jakarta.

Pada tahun 2016 ia mendirikan Perseroan Terbatas PT. MUIR Indah Nusantara masih bergerak di Bidang Jasa Konstruksi, berkantor di GRAHA GAPENSI (GRAHA. Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia) Jin Raya Ragunan No C1 Kec Pasar Minggu Jakarta Selatan.

Lalu pada tahun yang sama tahun 2016 ia bergabung dengan DPW PAN DKI Jakarta dengan jabatan yang sama sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu ( Bappilu) oleh Eko Patrio selaku Ketua DPW PAN DKI Jakarta,

Oleh Mas Eko ia di Plot Jadi Bacaleg DKI Jakarta 2 (Kepulauan Seribu – Jakarta Utara A) meliputi Kepulauan Seribu, Koja, Cilincing, dan Kelapa Gading. Ia pilih Dapil ini karena di wilayah tab banyak orang Bugis Makassar yang bermukim di sana.

Namun tidak kesampaian sebab ketika Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan gabung dengan Kabinet Jokowi, saat itu pula ia mengajukan Pengunduran diri sebagai Kader PAN DKI Jakarta sekaligus mundur dari BACALEG DKI Jakarta 2.

Setelah mundur dari PAN ia aktif menjadi Aktifis demokrasi dan bergabung dengan Forum Tanah Air (FTA) .

FTA adalah bentukan para Diaspora Indonesia yang ada di luar Negeri maupun yang di dalam Negeri berkantor Pusat di New York Amerika Serikat. Visi misi FTA adalah ingin memperbaiki Sistem Demokrasi di Indonesia yang dianggap telah Bobrok Pasca Reformasi, Bang Ical menilai kedaulatan Rakyat hanya sebatas tulisan tinta hitam di dalam Pasal 1 Ayat (2) UUD 1945,

Sebab Pasca Reformasi Kedaulatan Rakyat telah berpindah tangan ke lembaga lain maupun institusi lain, namun menjelang Pilpres 2024 FTA menjelma menjadi Tim Sukses salah satu pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden,

Dan ia menilai FTA sudah jauh melenceng dari Visi- Misi awal dengan alasan itulah ia bersama Koleganya Sekjen FTA Cris Komari yang berdomisili di California Amerika Serikat mengajukan surat pengunduran diri Anggota Aktifis FTA, lalu pada tahun 2021.

Ia bersama Agung Mozin yang tak lain adalah seniornya di Partai PAN dan Cris Komari mantan Sekjen FTA ia ikut mendirikan Rumah Demokrasi Modern (RDM) yang cikal bakal akan menjadi Partai Demokrasi Modern (llPDM) di PDM ia di percaya sebagai Koordinator Wilayah timur untuk membentuk kepengurusan di wilayah Papua, Sulawesi dan Kalimantan.

Pada tgl 3 Maret 2024 Drs H. Nurdin Inda Pendiri Komunitas Bugis Makassar Bersatu (KBMB) meninggal dunia yang tak lain adalah Kakak Kandung Muh Udhin Inda,SE, sapaan akrabnya Bang Ical.

Peninggal Alm Pendiri KBMB terjadi kepakuman kepengurusan kurang lebih setahun lamanya.

Bang Ical tidak mau komunitas ini mati suri, akhirnya nalurinya mulai bangkit dengan tekad ingin membesarkan  KBMB sebagai Ormas Nasional yang sebelumnya hanya Ormas tingkat Provinsi Sulawesi selatan.

Allhasil drngan tekad yang kuat namun tentunya dengan kerja keras dan merangkul sahabat sahabat yang lama dan membentuk beberapa wastAph anggota grup (WAG) dari, Akhirnya KBMB sudah memiliki Perwakilan di 14 Provinsi yakni:

1. DPW KBMB Provinsi Sulawesi Selatan, 2. DPW KBMB Provinsi Sulawesi Tenggara

3.DPW KBMB Provinsi Kalimantan Timur,

4.DPW KBMB Provinsi Kalimantan Utara.

5. DPW KBMB Provinsi Jambi.

6. DPW KBMB Provinsi Banten,
7. DPW KBMB DKI Jakarta.

8, DPW KBMB Provinsi Jawa Barat,

9. DPW KBMB Provinsi Jawa Timur,

10. DPW KBMB Provinsi Lampung,

11. DPW KBMB Provinsi Papua,

12.DPW KBMB Provinsi Papua Tengah,

13. DPW KBMB Provinsi Papua Barat Daya,

14 Provinsi Riau, dan beberapa Kab-Kota,

Dari 14 Provinsi yang sudah di nahkodai kami menargetkan 38 Provinsi 416 Kabupaten dan 98 Kota di seluruh Indonesia dan Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN),” kata ketua umum KBMB yang akrab disapa Bang Ical.

Bagikan :