Luwu Utara-BNI.co.id

Sebuah alat pengukur listrik atau yang dikenal sebagai kilang ukur, milik Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Sukamaju, H. Syaripuddin, dilaporkan hilang dari rumah perkebunannya yang terletak di Dusun Bumi Indah, Desa Bumi Harapan, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Kejadian tersebut baru diketahui pada Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 10.00 WITA, saat pemilik beserta keluarga berkunjung ke lokasi yang selalu kosong selama ini. Saat berniat menyalakan kipas angin untuk meredakan suhu udara yang panas, peralatan elektronik tersebut tidak dapat berfungsi.

Hasil pemeriksaan sementara menemukan bahwa kilang ukur listrik telah hilang dari tempatnya.

Kondisi di lokasi menunjukkan bahwa kabel sambungan rumah yang bersumber dari tiang listrik telah digulung rapi, dan ujungnya telah diberi isolasi serta digantungkan pada struktur bangunan.

Tidak ditemukan tanda-tanda kerusakan atau pembongkaran yang dilakukan secara kasar, sehingga keadaan lokasi terlihat tertata meskipun alat pengukur tersebut tidak ada di tempat semula.

“Memang rumah ini sering kosong. Kami biasanya hanya berkunjung pada hari Minggu pun tidak rutin.

Selama hampir dua bulan terakhir, kami belum pernah datang ke sini,” ujar H. Syaripuddin saat memberikan keterangan.

Menyikapi hal tersebut, istri pemilik rumah, Hj. Nursari, S.Pd.I., segera mengonfirmasi kepada warga sekitar.

Ia menanyakan apakah ada petugas Perusahaan Listrik Negara yang pernah datang untuk melakukan pemeliharaan atau pencabutan alat tersebut.

Seorang warga setempat yang tidak bersedia disebutkan namanya menyatakan tidak melihat adanya aktivitas mencurigakan dari pihak luar.

Warga tersebut hanya menyebutkan bahwa anak-anak sekolah dasar kerap melintas atau memarkir kendaraan di sekitar lokasi saat berangkat maupun pulang sekolah karena rumah tersebut berdampingan dengan SDN 047 Bumi Harapan.

“Kecuali saat bulan Ramadan lalu, ada petugas PLN yang datang untuk memperbaiki kabel yang tertabrak alat panen padi jenis kombain. Selain itu, tidak ada aktivitas lain yang saya ketahui,” tambahnya.

Melalui keterangan terpisah, pihak PLN yang dimintai tanggapi menyarankan pemilik rumah untuk datang langsung ke kantor pelayanan guna menyampaikan pengaduan resmi serta membuat berita acara kehilangan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak yang bertanggung jawab atas hilangnya alat tersebut belum dapat dipastikan.

Pemilik rumah juga belum menyampaikan laporan resmi baik kepada pihak PLN maupun kepolisian.

Syaripuddin mengemukakan kebingungannya, mengingat layanan listrik yang ia gunakan adalah sistem prabayar.

“Jika ini merupakan tindakan resmi dari PLN, apa alasannya? Listrik saya ini sistem prabayar.

Berbeda dengan sistem pascabayar yang jika menunggak pembayaran biasanya disegel terlebih dahulu, bukan langsung dicabut,” ujarnya.

Ia berencana akan menyampaikan pengaduan resmi pada hari Senin besok, mengingat kantor pelayanan saat ini sedang libur akhir pekan.

“Insya Allah besok saya akan datang langsung ke kantor PLN untuk menanyakan kejelasan perihal hal ini,” tutupnya.

Bagikan :