Makassar-BNI.co.id

Dalam kepercayaan dan tradisi, terutama dalam Islam, terdapat anggapan bahwa rumput atau tanaman hijau di atas kuburan dapat memberikan keringanan siksa bagi mayit.

Hal ini bukanlah sebuah mitos dalam pengertian takhayul belaka, melainkan berakar dari sebuah hadis Nabi Muhammad SAW.

Penjelasan Mengenai Kepercayaan Tersebut, Kepercayaan ini berasal dari kisah ketika Nabi Muhammad SAW melewati dua kuburan yang penghuninya sedang disiksa.

Beliau kemudian mengambil pelepah kurma basah, membelahnya menjadi dua, dan menancapkan masing-masing belahan di atas kuburan tersebut.

Nabi berharap siksa kubur bagi mereka diringankan selama pelepah kurma itu masih basah dan hidup.

Para ulama menjelaskan bahwa alasan di balik tindakan ini adalah karena tanaman hidup, termasuk rumput, senantiasa bertasbih (menyucikan nama Allah SWT) kepada Tuhan.

Dengan adanya tasbih tersebut, diharapkan dapat memberikan ketenangan atau keringanan bagi ahli kubur.

Hukum Membersihkan Rumput di Kuburan, Meskipun ada kepercayaan tersebut, membersihkan kuburan dari rumput liar (atau merapikannya) secara umum diperbolehkan dalam Islam.

Alasannya meliputi:
Menjaga kebersihan: Kebersihan adalah bagian dari iman, dan merawat lingkungan pemakaman agar tetap rapi dan bersih sangat dianjurkan.

Menghindari ketidaktahuan: Kuburan yang ditumbuhi rumput liar terlalu lebat dikhawatirkan tidak terlihat sebagai makam, sehingga bisa terinjak atau diduduki tanpa sengaja oleh peziarah.

Kekhususan mukjizat: Peristiwa pelepah kurma oleh Nabi SAW dianggap sebagai mukjizat dan kekhususan bagi beliau dan kedua kuburan saat itu, sehingga tidak bisa menjadi larangan mutlak untuk membersihkan semua rumput di kuburan lain.

Beberapa ulama bahkan menyatakan bahwa hukum menanam tanaman di atas makam adalah sunah, asalkan tujuannya baik dan tidak berlebihan.

Jadi, rumput liar yang menutupi kuburan lebih dimaknai dalam konteks harapan akan rahmat dan keringanan siksa berdasarkan ajaran agama, dan bukan merupakan mitos yang berkonotasi negatif atau takhayul.

Bagikan :