Jakarta-BNI.co.id
Melakukan sidak di pom bensin pada saat kasus Pertamax oplosan sedang rame-ramenya, yang pasti hasilnya gak akan ditemukan adanya Pertamax oplosan di pom2 bensin.
Kalau mau mendapatkan hasil yang mendekati dengan kebenaran dan apa adanya di lapangan, sidaknya jangan dilakukan pas lagi rame kasusnya.. yaitu soal Pertamax oplosan.
Karna sudah banyak orang yang tau kasusnya, sdh pasti juga semua SPBU akan berlakukan pom bensinnya sesuai ketentuan yang seharusnya. Artinya hasil sidak dipastikan tidak akan ditemukan adanya Pertamax yang oplosan.
Harusnya pihak Pertamina dalam melakukan sidak soal oplosan Pertamax seperti di atas, bisa memasukannya kedalam program rutin atau reguler perusahaan sebelum kasus Pertamax oplosan ini terjadi. Bisa secara random di pom bensin mana aja dan kalo perlu lokasinya di luar Jakarta.
Pasti pom2 bensin yang disidak semuanya akan terkaget-kaget dan gak akan nyangka akan ada sidak. Target sidak kalo bisa jangan ditentukan tetapi terpilih secara acak supaya hasilnya bener ril dengan kondisi yang ada di lapangan.
“Sidak oleh Pertamina seperti di link berita yang dilakukan oleh Dirutur baru, kita kemudian jadi merasa maklum aja meskipun sidaknya sih membawa serta lembaga independen. Namanya juga pejabat baru, msh blm bnyk makan asam garamnya soal kenakalan pom2 bensin di lapangan.
Kalo melakukan sidak dgn cara yg sdh diatur dan ditentukan lokasi2nya spy hslnya baik-baik aja, koq kita jadi teringet dengan survei-survei yang dilakukan pada saat pemilu berlangsung.
Pada saat itu, survei-survei marak dilakukan oleh lembaga survei. Tujuan dari survei pastinya adalah untuk mempengaruhi pemikiran di masyarakat bhw capres yg menang survei adlh capres yg paling bagus.
Sama juga halnya dengan sidak dilakukan oleh Dirut Pertamina, Tujuannya sama dengan survei yaitu untuk mempengaruhi pemikiran masyarakat terhadap Pertamina yang sudah terpuruk agar bisa pulih kembali kepercayaannya.
Pernah ada video wawancara presenter dengan Prabowo yang isinya ditanya soal survei-survei dan marak dilakukan saat pemilu. Prabowo mengatakan hal yang sama bahwa survei itu adalah berdasarkan pesanan yang dibayar oleh salah satu kontestan tujuannya sama yaitu untuk mempengaruhi pemikiran masyarakat.
Konon.. survei-survei yang dilakukan saat pemilu sudah diatur segalanya. Pemilihan kantong responden dan teknik model statistik yang digunakan dengan tingkat margin of errornya sesuai kepentingan dari lembaga yang melakukan survei tadi.
Di pemilu tahun lalu misalnya. Hasil survei bnyk dilakukan oleh lembaga survei yang memenangkan salah satu capres.
Dampaknya pun pilihan masyarakat akan terpengaruh dan beralih ke capres yang menang survei. Spt kita saksikan, hasill pemilu pun akhirnya dimenangkan oleh capres yang menang survei.
Sidak yang dilakukan oleh Dirut Pertamina di atas hasilnya tidak menemukan Pertamax oplosan di lapangan dan tujuannya sama dengan apa yang dikatakan oleh Prabowo.
“Akankah hasilnya efektif bisa mempengaruhi pemikiran masyarakat untuk memulihkan kepercayaan masyarakat kepada Pertamax..? Silakan anda yang menjawab.





