Jakarta-BNI.co.id
Belakangan ini beredar luas di berbagai platform media sosial pernyataan yang menyebutkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden RI akan segera dihentikan. Informasi ini memicu kebingungan dan kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama bagi para orang tua dan sekolah yang telah merasakan manfaat program tersebut.
Namun, berdasarkan klarifikasi resmi dari pihak berwenang, kabar tersebut tidak benar dan dikategorikan sebagai informasi menyesatkan atau hoaks . Berikut uraian lengkap mengenai fakta, klarifikasi, dan dinamika yang terjadi di lapangan. Kamis 18 Juni 2026.
Apa Isu yang Beredar?
Di media sosial seperti WhatsApp, Facebook, hingga TikTok, tersebar unggahan yang menyatakan:
– Program MBG akan dihentikan atas arahan Presiden
– Dana program disetop karena penyimpangan anggaran
– Surat edaran penghentian telah diterbitkan BGN
– Sebagian besar dapur pelayanan sudah tidak beroperasi
Penyebaran informasi ini kian cepat setelah kasus dugaan korupsi di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN) terungkap ke publik. Banyak warga yang kemudian mengaitkan penanganan kasus hukum tersebut dengan penghentian seluruh program.
Badan Gizi Nasional (BGN) selaku pelaksana teknis program telah berulang kali memberikan penegasan tegas:
“Tidak ada kebijakan, instruksi, maupun arahan resmi dari Presiden maupun pemerintah pusat untuk menghentikan Program Makan Bergizi Gratis secara keseluruhan.”
Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menegaskan bahwa kasus hukum yang sedang diproses Kejaksaan Agung hanya menyangkut oknum dan penyimpangan yang terjadi, bukan membatalkan tujuan utama program.
– Bukan dihentikan, tapi diperbaiki: Pemerintah melakukan evaluasi ketat, efisiensi anggaran, dan penataan ulang tata kelola untuk mencegah penyimpangan terulang
– Suspend sementara, bukan berhenti total: Sebagian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terbukti tidak memenuhi standar atau bermasalah administrasi diberhentikan sementara, bukan seluruh dapur
– Anggaran tetap disiapkan: Dalam APBN, alokasi untuk program ini masih tercatat dan akan terus disalurkan dengan mekanisme pengawasan yang lebih ketat
Hubungan Antara Kasus Korupsi dan Kelanjutan Program
Pengusutan kasus dugaan korupsi senilai lebih dari Rp2 triliun yang melibatkan mantan pejabat BGN tidak membuat pemerintah menghentikan manfaat untuk anak-anak.
Juru Bicara Pemerintah menegaskan: “Program ini untuk kesejahteraan generasi mendatang. Kesalahan oknum tidak boleh menghukum jutaan anak yang membutuhkan asupan gizi. Justru setelah perbaikan, pelayanan akan lebih baik dan akuntabel.”
Hoaks: Program MBG akan dihentikan atas perintah Presiden
Fakta: Program tetap berjalan, sedang diperbaiki sistem pengawasannya
Waspada: Sebagian dapur yang bermasalah dihentikan sementara untuk perbaikan, bukan dihentikan selamanya
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya informasi yang tidak jelas sumbernya. Selalu rujuk ke situs resmi BGN, Sekretariat Presiden, atau media terpercaya untuk mendapatkan informasi terbaru dan akurat seputar kebijakan ini .






