Samarinda-BNI.co.id
Suasana di Posko Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim, Jalan S. Parman, kian berdenyut kencang. Menjelang aksi besar yang dijadwalkan pada 21 April 2026.
Gerakan ini justru dihujani serangan verbal dan cibiran yang datang dari lingkar kekuasaan hingga serangan masif di media sosial. Selasa 14 April 2026.
Aliansi yang menyoroti satu tahun kepemimpinan Gubernur Rudy Mas’ud ini mulai mendapat reaksi keras.
Narasi yang menyudutkan tim strategi gerakan—yang dimotori oleh Irfan sejak awal di kediaman Irma Suryani, SH—kini beredar luas.
Serangan Verbal: Dari ‘Gagal Move On’ hingga ‘Orang Kecil’
Gerakan ini mulai memicu reaksi dari pihak pro-pemerintah.
Di kursi legislatif, muncul cibiran yang menuding gerakan tersebut hanyalah representasi dari kelompok yang “tidak siap kalah” dalam kontestasi politik sebelumnya.
Tak berhenti di sana, jagat maya turut diramaikan oleh narasi buzzer yang merendahkan eksistensi aliansi.
Mereka melabeli para aktivis ini sebagai “kumpulan orang-orang kecil” yang mustahil mampu menggoyahkan tatanan kekuasaan saat ini. Irfan: Rakyat Kecil Adalah Fondasi Gerakan
Menanggapi tekanan tersebut, Irfan tetap tenang. Ia menegaskan bahwa tudingan “tidak siap kalah” merupakan upaya pengalihan isu terhadap substansi yang mereka suarakan.
Lanjut, perlawanan terhadap praktik dinasti, budaya flexing, dan pengabaian terhadap putera daerah.
“Jika mereka meremehkan kami sebagai ‘orang-orang kecil’, biarlah.
Karena memang rakyat kecillah yang menjadi fondasi gerakan ini. Kami tidak sedang berebut kursi, kami sedang menuntut kebijakan yang adil bagi seluruh warga Kaltim,” tegas Irfan.
Ia juga menyamakan atmosfer di posko saat ini dengan semangat gotong royong relawan banjir Samarinda.
Baginya, ketulusan masyarakat yang menyumbangkan makanan dan minuman ke posko adalah bukti dukungan nyata yang tidak bisa dibeli dengan narasi buzzer.
Seruan Aksi: Merapatkan Barisan di Jalanan Aliansi menegaskan bahwa intimidasi verbal tidak akan menyurutkan langkah mereka. Sebaliknya, hal tersebut justru menjadi bahan bakar untuk memperkuat konsolidasi massa.
Tuntutan Utama Aksi 21 April 2026:
Mendesak Gubernur Rudy Mas’ud menghentikan praktik kebijakan yang berorientasi pada politik dinasti.
Menuntut fokus kembali pada kesejahteraan dan pemberdayaan putera daerah.
“Semakin kami dihina, semakin kuat alasan kami untuk turun ke jalan. Kami mengundang siapa saja yang memiliki kegelisahan yang sama untuk merapatkan barisan. Sampai jumpa di jalanan pada 21 April!” tutup Irfan.





