BNI.com//Bengkayang – Kalbar – Ribuan buruh yang tergabung dalam serikat buruh DPC SP Pelikha Kabupaten Sambas dan Bengkayang hari ini bergerak serentak menuju ke Kantor Besar Ledo (KBL) PT Duta Palma grup di Jalan Raya Semunying, Kecamatan Jagoi Babang Kabupaten Bengkayang untuk menggelar aksi demo besar-besaran pada Selasa pagi (23/5/2023).

Aksi demo damai ini sebagai bentuk perjuangan menuntut hak-hak para pekerja yang dianggap sudah dikebiri oleh pihak perusahaan tempat mereka bekerja. Mulai sistem kerja yang tak menetapkan libur, gaji dibayar tidak tepat waktu, tidak ada pesangon untuk karyawan yang sudah berhenti, pemotongan gaji karyawan PKS hingga tak memperoleh jaminan perlindungan BPJS ketenagakerjaan.

Diawali konvoi dengan menaiki sepeda motor disusul dengan long march dan mobilisasi massa yang menggunakan kendaraan roda empat yang berangkat dari Batu Belang Divisi tujuh area perkebunan Sawit PT Duta Palma grup. Mereka lantas melangsungkan orasi di depan Kantor Besar Ledo (KBL) jalan Raya Semunying sambil dijaga oleh personil kepolisian dan TNI dari Bengkayang dan Sambas yang sudah disiagakan sejak pagi.

Menurut Vitalis yang merupakan salah seorang perwakilan dari buruh yang turut serta dalam aksi demo membenarkan dirinya dan rekan-rekan buruh lain sepakat melakukan aksi mogok kerja sebagai bentuk protes terhadap kebijakan manajemen perusahaan yang dianggap telah banyak merugikan para buruh yang sudah lama bekerja di perusahaan yang tergabung didalam PT Duta Palma grup wilayah Kalimantan Barat.

“Kami sampaikan kepada pihak manajemen bahwa peraturan perusahaan yang berlaku saat ini berdasarkan peraturan yang dibuat oleh pihak perusahaan sendiri dan telah disahkan oleh pihak Disnaker, namun peraturan tersebut tidak dijalankan oleh pihak manajemen perusahaan sehingga kami selaku karyawan yang bekerja disini merasa tertindas,’ terangnya saat berbicara ditengah-tengah lautan massa dengan awak media BNI.com dilokasi demo.

“Contoh BPJS kesehatan itu, dia telah mendaftarkan 10ribu orang karyawan serayon Kalbar, ini khusus karyawan Duta Palma grup saja. Namun iurannya tidak pernah dibayar oleh pihak manajemen perusahaan,” tambahnya.

“Jadi tuntutan kami yang paling pertama kepada pihak perusahaan yang tergabung didalam PT Duta Palma grup adalah benahi penanganan BPJS kesehatan. Yang kedua pembayaran gaji karyawan harus tepat waktu, ketiga harus ada santunan kematian. Selanjutnya masalah kesejahteraan karyawan yang menyangkut layanan mobil Bus sekolah anak, Ambulance, air bersih, perumahan dan sebagainya. Gaji karyawan pada hari Minggu, hari libur umum dan hari libur resmi nasional yang ditetapkan oleh pemerintah harus tetap dibayar oleh pihak manajemen perusahaan. H2 yakni hak cuti keguguran yang harus diberikan karena selama ini hal itu tidak pernah dilakukan oleh manajemen perusahaan. Demikian tuntutan ini kami sampaikan,” ungkap Vitalis seraya berjalan menuju ke lokasi demo.

”Hari ini sengaja kita datang untuk perjuangan buruh yang sudah tertindas dan memperjuangkan hak-hak buruh yang sudah dikebiri perusahaan,” teriak massa aksi disambut teriakan hidup buruh.

Tidak kurang dari empat ribu orang para pengunjuk rasa kompak melakukan demo karena melihat belakangan ini perusahaan sudah berbuat semena-mena kepada para buruh. Bagaimana tidak, libur yang sudah menjadi hak buruh, malah tak diberikan perusahaan tanpa alasan apapun. Mereka yang bekerja didalam lingkungan PKS gajinye sering disunat oleh pihak manajemen perusahaan. Dan jika ada isteri yang melahirkan malah tidak mendapatkan cuti melahirkan.

Sedangkan Saepudin salah seorang karyawan yang ikut dalam aksi demo damai tersebut menceritakan pengalamannya bekerja selama 12 tahun di perusahaan milik Surya Darmadi ini mengungkapkan hak-haknya selaku karyawan yang tak bisa dipenuhi oleh pihak manajemen perusahaan. Contoh paling nyata adalah saat ia mengurus BPJS Ketenagakerjaan yang buat sulit dan berbelit-belit oleh pihak manajemen perusahaan.

Sementara itu Mulyanto selaku penanggung jawab aksi dari DPC SP Pelikha Kabupaten Sambas dalam pidatonya di hadapan massa yang kian membludak dan terus berdatangan. Ia menghimbau kepada seluruh para pendemo agar menjaga ketertiban, keamanan, menghormati para aparat keamanan serta tidak bertindak anarkis.

“Saya selaku penanggung jawab aksi dari DPC SP Pelikha menghimbau kepada rekan-rekan dari divisi masing-masing agar bisa menjaga ketertiban, keamanan, menghormati para personil dari pihak kepolisian dan TNI yang sedang bertugas serta tidak bertindak anarkis,” ucapnya yang disambut teriakan gemuruh dan yel-yel hidup buruh oleh massa yang semakin merangsek naik menuju halaman KBL.

Aksi demo damai yang digelar oleh gabungan para buruh dari Kabupaten Sambas dan Bengkayang ini berjalan cukup alot dan berjalan lancar, tertib dan aman. Terlihat massa yang berdemo relatif menjaga sikap dan menahan diri masing-masing agar tidak melakukan hal yang tidak diinginkan.

Lobi dan negosiasi terus dilakukan oleh perwakilan dari para demonstran yang diberi kesempatan untuk menyampaikan tuntutannya kepada pihak manajemen perusahaan. Hingga berita ini diturunkan informasi yang didapat dari seseorang yang enggan disebut namanya menerangkan kepada awak media ini, bahwa pihak manajemen perusahaan meminta waktu selama dua minggu mulai dari sekarang untuk memenuhi apa yang menjadi tuntutan dari aksi demo ini. Sementara dari pihak manajemen perusahaan Duta Palma grup sendiri belum ada yang bisa diminta keterangan.(RL4H)

Reporter Radiman Lah

Bagikan :