BNI.com//Kota Jambi-Permasalahan proyek pengolahan limbah senilai ratusan miliar di Kota Jambi menjadi sorotan Proyek yang melibatkan PT. Waskita, PT. Adhi Karya, dan PT. Brantas Abipraya itu dikontrak hingga tahun 2023 dan seharusnya ditargetkan selesai pada Maret 2023.
Megaproyek yang kini terbengkalai
Namun, hingga saat ini proyek tersebut belum selesai, bahkan dana sebesar Rp 256 miliar yang dialokasikan untuk proyek ini terlihat terbengkalai. Proyek ini melibatkan dua kecamatan, yaitu Pasar dan Jambi Timur, dan telah berlangsung selama 2 tahun tanpa hasil yang memuaskan.Jum.at 4 Agustus 2023
“Banyak titik yang sudah digali bahkan ditinggali pekerja. Bahkan sejumlah lokasi proyek sudah tumbuh rumput. Sangat mengganggu pengguna jalan yang sudah 2 tahun tidak selesai-selesai,” tegas Ritas dalam acara bersama forkopimda di Provinsi Jambi.
Ritas Mairiyanto, Ketua GAPENSI Provinsi Jambi
Ritas juga menyoroti kurangnya peran serta GAPENSI dan asosiasi lain di Jambi dalam mengawasi proyek-proyek besar di daerah tersebut. Menurutnya, pihak-pihak terkait hanya menjadi penonton tanpa tindakan nyata dalam memastikan proyek-proyek berjalan sesuai target dan efisien.
Lokasi proyek limbah yang terbengkalai
Pentingnya peran serta pihak-pihak terkait dalam mengawasi dan mengevaluasi proyek-proyek besar seperti ini menjadi perhatian serius bagi keberlangsungan pembangunan di daerah.
Oleh karena itu, tindakan yang tepat perlu segera diambil untuk menyelesaikan proyek ini dengan efisien dan transparan. Agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar.
Kritik tajam dari Ketua GAPENSI Provinsi Jambi menjadi suara yang mengingatkan dan memacu perbaikan dalam proyek-proyek pembangunan di daerah ini.(Supriadi)





