Luwu Utara-BNI.co.id
Keluarga korban penganiayaan yang mengakibatkan luka berat berupa putusnya jari kelingking dan hampir putusnya jari manis warga Desa Munte, Kecamatan Tanalili, menyampaikan kekecewaan mendalam. Jumat 8 Mei 2026.
Pasalnya, hingga saat ini pihak kepolisian belum juga mengamankan terduga pelaku, padahal bukti fisik berupa luka parah pada korban sudah terlihat sangat jelas.
Pihak kepolisian melalui Unit Reskrim Polsek Bone-Bone mengakui bahwa kendala utama penanganan kasus ini adalah minimnya bukti dan keterangan saksi di tahap awal penyelidikan. Bahkan, bukti kunci berupa rekaman video yang memperlihatkan peristiwa baru diterima pihak kepolisian kemarin, Jumat (8/5/2026).
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Bone-Bone, Ipda Sudirman, saat dikonfirmasi awak media melalui pesan tertulis, Sabtu (9/5/2026).
Bukti Video Baru Diterima, Pemanggilan Ulang Dilakukan
Menurut penjelasan Ipda Sudirman, pihaknya sebenarnya sudah bergerak cepat dengan memanggil sejumlah pihak terkait tak lama setelah kejadian. Namun, hasilnya belum memuaskan karena belum ada petunjuk yang kuat.
“Pihak terkait sudah kami panggil, namun saat itu bukti belum cukup kuat. Adapun bukti berupa rekaman video baru kami peroleh kemarin dari warga,” ungkap Ipda Sudirman.
Berkat temuan bukti rekaman video tersebut, kini penyidik memiliki pegangan yang lebih jelas untuk menindaklanjuti kasus yang terjadi akibat tebasan senjata tajam jenis parang itu. Ia menambahkan, jadwal pemanggilan ulang terhadap pihak-pihak yang teridentifikasi dalam rekaman tersebut sudah disusun dan segera dilaksanakan.
“Kami pun telah menjadwalkan pemanggilan ulang terhadap pihak-pihak yang teridentifikasi dalam rekaman tersebut,” tambahnya.
Keluarga Kecewa: Luka Jelas, Pelaku Masih Bebas
Kekecewaan keluarga korban kian memuncak melihat kondisi korban yang menderita luka berat permanen. Jari kelingking korban putus sepenuhnya, sedangkan jari manis mengalami luka robekan parah akibat tebasan parang.
Keluarga mempertanyakan lambatnya penanganan kasus ini, sebab menurut pandangan mereka, bukti fisik sudah sangat jelas dan nyata. Namun, hingga berita ini diturunkan, pihak yang diduga kuat sebagai pelaku masih bergerak bebas di masyarakat.
Menjawab keresahan tersebut, Ipda Sudirman kembali menjelaskan kendala besar yang dihadapi penyidik di awal penanganan. Meski luka korban sangat parah, identitas pelaku sulit diketahui karena tidak ada warga yang berani memberikan keterangan.
“Masalah utamanya adalah saat kejadian, tidak ada saksi yang bersedia memberikan keterangan. Memang diketahui jelas bahwa korban mengalami luka parah hingga jari putus, namun siapa yang melakukannya belum diketahui secara pasti hingga muncul bukti rekaman video ini,” jelasnya.
Penyidik Bergerak, Target Hari Ini Pelaku Diamankan
Seiring dengan ditemukannya bukti baru berupa rekaman video tersebut, tim penyidik kini bergerak aktif menindaklanjutinya. Ipda Sudirman memastikan timnya sudah turun ke lokasi untuk menjemput pihak yang tertera dalam rekaman guna dimintai keterangan.
“Benar, tim penyidik sudah bergerak ke lokasi untuk menjemput pihak yang tertera dalam rekaman tersebut. Rekaman itu baru kami terima kemarin, dan kami menargetkan hari ini pelaku sudah bisa diamankan guna diperiksa lebih lanjut,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolsek Bone-Bone, Akp Muhajir, menambahkan bahwa saat ini pihaknya masih fokus melengkapi berkas perkara agar seluruh proses hukum berjalan sesuai aturan.
“Unit Reskrim sedang berupaya melengkapi seluruh berkas perkaranya agar penanganan kasus ini dapat berjalan sesuai prosedur hukum yang berlaku,” pungkas Kapolsek.
Kini, masyarakat dan keluarga korban menunggu kepastian penangkapan pelaku yang ditargetkan hari ini, agar keadilan bisa segera terwujud atas peristiwa pemarangan yang menyisakan luka berat bagi korban warga Desa Munte tersebut.





