BNI.com//Sambas-Kalbar – Si jago merah kembali mengamuk, kali ini sebuah rumah kosong yang berada di Dusun Semparuk Kuala RT16 RW05 Desa Semparuk Kecamatan Semparuk, Sambas, dalam sekejap mata ludes dihajar pada Ahad dini hari (12/3/2023).

Diduga kebakaran terjadi akibat adanya korsleting listrik. Sementara Feri Sayoti si pemilik rumah yang terbakar sedang tidak berada di tempat kejadian. Menurut warga setempat rumah tersebut sudah lama kosong karena ditinggal pemiliknya merantau kerja di luar daerah.

Peristiwa kebakaran tersebut awalnya diketahui oleh beberapa warga setempat. Melihat api semakin membesar salah, seorang warga berinisiatif memukul tiang listrik bertalu-talu sebagai kode bahaya. Sontak warga masyarakat yang mendengar bunyi kode tersebut berbondong-bondong datang ke lokasi kebakaran untuk memadamkan kobakaran api dengan cara disiram air yang menggunakan ember.

Awak media BNI.com yang kebetulan sedang berada ditempat kejadian mendapat penjelasan dari salah seorang warga bernama Gadang. Ia membenarkan bahwa pemilik rumah yang terbakar adalah Feri yang keberadaannya saat ini sedang bekerja diluar daerah.

“Iya pemilik rumah adalah Feri dan dia sudah lama tidak pulang kampung. Ia sedang bekerja diluar daerah. Rumahnya sudah lama kosong hingga kebakaran ini terjadi dan telah kita beritahukan via telepon tentang kejadian ini,” terang Gadang.

Selang beberapa lama kemudian Badan Pemadam Kebakaran (BPK) Kecamatan Semparuk tiba di tempat kejadian. Setelah berjibaku selama lebih dari satu jam, akhirnya pada Ahad dini hari tadi api dapat dipadamkan oleh petugas BPK.

Menurut Bobi beruntung kebakaran tersebut tidak ada menelan korban jiwa. Api cepat membesar dikarena sebagian besar material rumah banyak yang terbuat dari kayu dan bahan yang mudah terbakar lainnya sehingga membuat tim BPK Semparuk sedikit kewalahan.

“Beruntung kami bisa tiba tepat waktu di tempat kejadian, sehingga peristiwa kebakaran yang terjadi pada Ahad dini hari ini tadi tidak sempat menjalar kerumah warga masyarakat lainnya,” pungkas Bobi.

Penulis : Darwis | Editor : Radiman Lah

Bagikan :