BNI.com//Sambas – Kalbar – Wakil Bupati Sambas, Fahrur Rofi didampingi isteri Puspa Rahayu berkenan hadir di acara wisuda tahfidz Al-Qur’an juz Amma dan pelepasan siswa-siswi kelas 6 SDN 28 Perum Mutiara Indah Sambas Kecamatan Sambas, Kamis (8/6/2023).

Disamping Kepala Sekolah SDN 28, turut hadir pula Ketua Komite SDN 28, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sambas, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas serta para wali murid.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Sambas Farur Rofi mengatakan kehadirannya bukan hanya sebagai pejabat publik, tetapi kehadirannya juga sebagai orang tua atau wali murid pada umumnya.

Fahrur Rofi yang karib disapa Ngah Rofi mengakui merasa sangat istimewa dan turut berbahagia atas digelarnya acara wisuda tahfidz Al-Qur’an juz Amma dan pelepasan siswa-siswi kelas 6 SDN 28 pada hari ini.

“Alhamdulillah, pada hari ini ada dua kebahagian yang saya rasakan. Satu disini saya sebagai salah seorang orang wali murid dan kedua saya sebagai Wakil Bupati. Anak saya sangat beruntung bisa sekolah disini sebab SDN 28 Perum Mutiara Indah Sambas merupakan salah satu SDN terbaik yang ada di Kecamatan Sambas,” ungkapnya.

“Jadi, saya selaku orang tua murid merasa beruntung dan kami bisa mewakili seluruh orang tua murid karena anak-anak kami juga bisa sekolah disini,” terang Ngah Rofi.

Ngah Rofi sangat berterima kasih kepada seluruh guru yang telah bertugas di SDN 28 Perum Mutiara Indah Sambas. Jasa mereka yang telah membina anak-anak sampai selesai dan diwisuda. Dia berharap mereka semua bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi.

Ia juga menjelaskan selaku Wakil Bupati merasa bahagia dan bangga karena beginilah contoh terbaik merdeka belajar. Hal ini diperkuat oleh pemerintah yang mencanangkan program merdeka belajar.

“Merdeka belajar jika tidak diarahkan dengan baik bisa berbahaya karena murid berasumsi bebas, murid diberi kebebasan belajar apa saja. Menurut saya bukan seperti itu tapi para guru dan pihak sekolah lah yang bisa mengarahkan murid untuk belajar apa saja,” jelas Rofi.

“Jadi harapan saya hal ini bisa memberi contoh yang baik bagaimana model merdeka belajar disekolah bisa dilaksanakan,” harapnya.

“Dulu sebelum merdeka belajar dilaksanakan, SDN 28 sudah memulainya terlebih dulu. Harapan saya agar hal ini bisa menjadi contoh untuk Sekolah Dasar yang ada di seluruh Kabupaten Sambas dan bagaimana hal ini bisa diterapkan dengan baik,” ungkapnya penuh semangat.(RRL4H)

Penulis Radiman Lah

Bagikan :