BNI.com//Sambas-Kalbar – Puluhan Sampan Hias yang didominasi warna Merah Putih ikut memeriahkan Napak Tilas Terusan “Teraju Amas” Semparuk, Kabupaten Sambas, Kamis (24/8/2023)
Kegiatan ini selain masih dalam suasana perayaan HUT ke-78 Kemerdekaan RI, juga sebagai kegiatan napak tilas warga masyarakat Semparuk menggunakan moda transportasi tradisional berupa Perahu.
Pada era Kesultanan Sambas perahu merupakan salah satu moda transportasi sungai yang digunakan untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan, selain fungsinya sebagai sarana untuk mencari ikan, udang di rawa, sungai, laut dan sebagai alat transportasi.
Menurut cerita turun-temurun dikalangan masyarakat Semparuk, terusan sepanjang lebih kurang 5 Km yang membelah desa Semparuk ini dibangun pada masa kekuasaan Sultan Muhammad Tsafiuddin II (Raden Afifuddin) dan merupakan Sultan Sambas yang ke-13.
Sultan Muhammad Tsafiuddin II telah banyak berjasa terhadap negeri Sambas dalam membangun tatanan kehidupan moralitas, pendidikan dan juga penyebaran Islam. Selain itu Sultan memiliki pandangan tidak hanya dari satu sisi, tetapi banyak sisi untuk memajukan kesejahteraan rakyatnya.
Salah satu yang dilakukan oleh Sultan adalah membangun terusan yang menghubungkan Sungai Sambas Besar di Utara dan Sungai Sebangkau di Selatan. Pengerjaan dilakukan oleh sekalian rakyat dengan dengan cara gotong royong. Kemudian sang Sultan mengangkat tongkatnya dan menamai terusan ini dengan “Teraju Amas”.
Hadir dalam kegiatan adalah Pangeran Ratu Raden Muhammad Tarhan, Wakil Ketua DPRD Sambas Suriadi, Kepala Disparpora Kabupaten Sambas I Ketut Sukarja, Camat Semparuk Alpian, Camat Sambas Slamet Riyadi, Kapolsek Semparuk IPDA Tri Kurnia Setiawan serta toga tomas.
Kegiatan napak tilas ini awalnya merupakan ide dari Kapolsek Semparuk IPDA Tri Kurnia Setiawan yang terkenal gaul dengan warga masyarakat. Kemudian Kapolsek menginisiasi sekaligus menjadi ketua pelaksana kegiatan yang bernuansa sejarah kebudayaan tempo dulu.






