BNI.com//Tanjab Timur-Jambi– kelangkaan tabung gas Elpiji 3kg sudah lama di alami masyarakat Desa Pandan Lagan. Di karenakan Desa pandan lagan hanya memiliki satu pangkalan gas yakni Pak mujionno dengan jatah kuota 280 gas elpiji 3kg. Sementara jumlah KK desa pandan lagan Kecamatan Geragai kurang lebih 800 KK.

Salah seorang ibu rumah tangga warga pandan lagan mengeluhkan, terkadang untuk mendapatkan gas elpiji 3kg kami mesti keluar desa dengan harga di warung-warung mencapai harga Rp.40.000/45.000 Ribu juma,at 31/03/2023

Curhat dan keluh kesah ibu-ibu susahnya mendapat suplai gas elpiji 3kg, awak Media ini mencoba mendatangi kantor Desa pandan Lagan menkonfirmasi langsung kepala Desa, guna untuk menanyakan kenapa sampai kekurangan pasokan gas Elpiji 3kg.

Ibu kades Desa Pandan Lagan dalam penjelasan kepada Awak Media, kami sudah mendatangi Kantor Desa perindag TAnjabtimur. Saya mengajukan dan mengusulkan untuk menambah kuota Gas elpiji 3kg atau mengurus izin baru, ungkap kades Pandan Lagan.

Kades menambahkan bahwa usulan penambahan kuota Gas elpiji 3kg tidak bisa terpenuhi, apalagi mendapat izin baru pangkalan. Upaya apapun sudah saya lakukan, agar warga masyarakat saya dapat tambahan suplai gas Elpiji 3kg. Saya juga bingung, melalui jalur mana lagi mengusulkan agar terpenuhi kebutuhan gas tersebut.

Ibu kades Pandan lagan sangat berharap ada kebijakan serta solusi dari Desperindag dengan usulan warga masyarakat desa kami. Bagaimana tidak, di Kelurahan Pandan Jaya banyak pangkalan sementara di desa kami hanya satu pangkalan dengan jumlah kuota 280 tabung sementara itu juga jumlah KK nya sekitar kurang lebih 800 an. Sisanya di mana warga mendapatkan, terpaksa warga kami mencari kebutuhan gas keluar desa, ungkapnya.(@yudi/Red-03)

Bagikan :