BUNGO – BNI.co.id
Kamis 11 Desember 2025′ Dugaan pencemaran lingkungan akibat limbah PT KIM terus menjadi sorotan. Sejumlah warga mengeluhkan banyaknya pohon karet dan tanaman lain yang mati, dan mereka menduga kondisi tersebut dipicu oleh limbah perusahaan.
Permasalahan ini disebut telah berlangsung selama lima tahun terakhir dan bahkan telah beberapa kali dilaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bungo.
Menurut penjelasan warga bernama Datok Pen, munculnya fenomena tanah menghitam serta matinya tanaman kuat diduga berasal dari aliran limbah batu bara PT KIM yang tidak dikelola dengan benar.
Seharusnya limbah batu bara dikelola oleh perusahaan melalui penampungan internal. Namun PT KIM membiarkan air kerukan batu bara mengalir hingga ke lahan warga, sehingga tanaman mati,” ujar Datok Pen.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi lahan warga saat ini terlihat seperti gundukan lumpur dengan kandungan asam tanah yang cukup tinggi, sehingga menghambat pertumbuhan tanaman.
Namun, DLH Kabupaten Bungo memiliki pandangan berbeda. Menurut Ibu Ana selaku perwakilan DLH, kerusakan tanaman tersebut justru diduga disebabkan oleh adanya aktivitas tambang ilegal (PETI) di kawasan tersebut, bukan berasal dari limbah PT KIM.
DLH juga menjelaskan bahwa sampel lumpur dari lokasi kejadian telah dikirimkan ke laboratorium Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi. Hingga kini, belum ada keterangan resmi yang menyatakan bahwa kematian tanaman tersebut disebabkan oleh limbah PT KIM.
Permasalahan yang telah berjalan selama lima tahun ini masih belum menemukan titik terang. DLH tetap menyimpulkan bahwa tidak ditemukan bukti kuat keterlibatan PT KIM dalam kerusakan lahan tersebut.
Di sisi lain, warga yang merasa dirugikan telah menggandeng LSM serta rombongan pengacara Paisal Group untuk memperjuangkan keadilan dan meminta penyelesaian yang jelas atas dugaan pencemaran lingkungan tersebut.






