Bungo-BNI.co.id
Institut Agama Islam (IAI) YASNI Bungo kembali melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata Terintegrasi (Kukerta) berbasis kearifan lokal untuk tahun akademik 2025–2026. Program ini menjadi bentuk nyata komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan desa yang agamis, mandiri, dan berdaya saing.(06/12/2025)
Sebanyak 302 mahasiswa diterjunkan ke tiga kabupaten, yakni Kabupaten Bungo, Kabupaten Merangin, dan Kabupaten Tebo. Para peserta Kukerta disebar ke sejumlah desa, salah satunya Desa Jangkat, Kabupaten Merangin, untuk melaksanakan pengabdian langsung kepada masyarakat.
Melalui Kukerta ini, mahasiswa didorong untuk aktif berkolaborasi dengan masyarakat dalam berbagai bidang strategis, antara lain keagamaan, sosial kemasyarakatan, lingkungan hidup, kesehatan, serta pemberdayaan dan pendidikan. Program-program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat desa dengan tetap mengedepankan nilai-nilai lokal dan religius.
Instruktur Kukerta IAI YASNI Bungo, Dr. M. Syukri Ismail, M.A., menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah menjangkau wilayah pedesaan dan dusun-dusun terpencil guna mendorong perubahan sosial yang positif dan berkelanjutan.
“Kukerta ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk hadir di tengah masyarakat, membawa perubahan hidup yang bermanfaat serta memperkuat nilai-nilai keagamaan dan sosial,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor IAI YASNI Bungo, Dr. M. Solihin, M.Pd.I., berpesan agar para mahasiswa menjalankan Kukerta dengan penuh keikhlasan, tanggung jawab, serta menjunjung tinggi etika sosial. Ia menekankan pentingnya inovasi dan kreativitas mahasiswa dalam membangun desa.
“Mahasiswa harus mampu memberikan manfaat nyata, menularkan semangat perubahan, dan memotivasi masyarakat desa agar terus berkembang. Inilah esensi pembangunan desa berbasis nilai-nilai agamis,” kata Rektor.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar selalu menjaga kesehatan dan mampu berbaur dengan masyarakat setempat, sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mendukung pemerintahan desa dan pemberdayaan masyarakat yang berkesinambungan.
Prosesi pelepasan mahasiswa Kukerta dilakukan secara resmi oleh Rektor IAI YASNI Bungo kepada Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Kegiatan tersebut turut disaksikan oleh Ketua LP2M IAI YASNI Bungo Dr. M. Syukri Ismail, M.A., Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bungo Ahmad Sampai, S.Pd.I., Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bungo Mu’alimin, M.Pd., serta sejumlah narasumber lainnya yang memberikan penguatan materi terkait internalisasi nilai adat Jambi dan desain program Kukerta berbasis PAR dan tematik.
Acara pelepasan ditutup dengan penyerahan simbolis peserta Kukerta kepada DPL oleh Rektor IAI YASNI Bungo, yang dilanjutkan dengan doa bersama secara khidmat.






