Luwu Utara-BNI.co.id
Kepala Desa Bumi Harapan, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Pandin, secara resmi membuka rapat Tudang Sipulung sebagai bagian persiapan pelaksanaan musim tanam yang dijadwalkan berlangsung pada Mei hingga September 2026.
Kegiatan yang mengusung semangat musyawarah bersama ini dilaksanakan di Aula Kantor Desa Bumi Harapan, Selasa (24/4/2026) pukul 09.20 WITA, dan dihadiri oleh seluruh pemangku kepentingan di sektor pertanian.
Dalam sambutan pembukaannya, Kades Pandin menegaskan bahwa pertemuan ini digelar untuk menyamakan langkah dan persepsi seluruh petani dalam menjalankan seluruh rangkaian aktivitas pertanian di musim tanam mendatang.
Sementara itu, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Bumi Harapan, Hamzah Tanga, menyampaikan bahwa Tudang Sipulung bukan sekadar warisan budaya semata, melainkan wujud nyata nilai musyawarah yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat setempat.
“Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi penyuluh, petani, tokoh adat, dan unsur pemerintah untuk berdiskusi, menyatukan aspirasi, merumuskan kesepakatan, serta menyamakan langkah dalam menghadapi tantangan musim tanam dan dinamika pertanian lainnya. Kami berharap, dari pertemuan ini lahir rekomendasi yang konkret, aplikatif, dan dapat dijadikan dasar penyusunan program kerja olah tanam,” ujar Hamzah.
Pada sesi pemaparan teknis, Pengamat Hama Kabupaten Luwu Utara menyampaikan materi mendalam terkait persiapan lapangan dengan pokok bahasan sebagai berikut:
Musyawarah ini diselenggarakan guna menyamakan pandangan seluruh petani. Seluruh pelaku usaha tani diimbau untuk memulai kegiatan tanam secara serentak pada bulan Mei, guna menghindari perbedaan waktu pelaksanaan yang berpotensi menimbulkan risiko kerusakan tanaman akibat serangan hama dan penyakit.
Kesamaan persepsi dinilai sebagai kunci utama agar seluruh program dan kebijakan pertanian dapat berjalan efektif, terkoordinasi, dan memberikan hasil optimal.
Penentuan Jadwal Tanam
Jadwal tanam dianjurkan dilaksanakan pada minggu kedua dan ketiga Mei, serta diimbau agar tidak ditunda hingga bulan Juni.
Keputusan ini disusun berdasarkan data dan analisis dari Dinas Pertanian, yang mempertimbangkan faktor iklim, curah hujan, intensitas penyinaran matahari, dan kelembaban udara—seluruhnya merupakan unsur penentu utama keberhasilan pertumbuhan tanaman.
Penetapan jadwal ini juga mengacu pada pola tanam yang telah terbukti efektif dan memberikan hasil memuaskan pada musim-musim sebelumnya.
Hama dan Penyakit yang Perlu Diwaspadai
Untuk musim tanam kedua yang berlangsung mulai Mei mendatang, tercatat beberapa jenis hama dan penyakit yang secara periodik muncul setiap tahun, dengan tingkat serangan bervariasi dari ringan, sedang, hingga berat. Oleh karena itu, antisipasi harus dilakukan sejak dini dengan langkah-langkah terpadu:
– Hama Penggerek Batang Padi: Dikenal juga sebagai “hama malam” karena aktif terbang mendekati sumber cahaya pada malam hari. Penanganannya memerlukan partisipasi aktif dan keserempakan tindakan dari seluruh petani agar upaya pengendalian berjalan efektif.
– Wereng Batang Coklat: Menjadi fokus perhatian khusus di Desa Bumi Harapan. Hama ini tercatat sebagai salah satu organisme pengganggu tanaman (OPT) utama di Indonesia, bahkan pernah menempati urutan ketiga dalam daftar hama dengan tingkat serangan tertinggi.
Wereng jenis ini sangat berbahaya jika menyerang tanaman dengan varietas yang rentan atau peka.
Selain ancaman hama dan penyakit, kualitas benih juga menjadi sorotan utama. Di lapangan, masih banyak beredar benih tidak resmi yang asal-usul dan mutunya tidak terjamin.
Oleh karena itu, petani diwajibkan menggunakan varietas unggulan yang telah direkomendasikan pemerintah, seperti Perintah 42,
Cigerang, dan jenis lainnya yang teruji ketahanannya terhadap OPT. Pengamat hama juga menyarankan pergantian varietas apabila telah digunakan secara terus-menerus selama





