BNI.co.id//Sinjai-Sulsel – Kepala Desa (Kades) bongki lengkese menggelar kegiatan rembuk stunting 2024 yang dihadiri oleh kasi PMD Kecamatan Sinjai Timur, Kepala Puskesmas kampala Sinjai Timur, Babinkamtibmas desa bongki lengkese, Babinsa, BPD, sekdes bongki lengkese, kader desa dan perwakilan masyarakat, bertempat di ruang aula kantor desa bongki lengkese, Kamis 18 Juli 2024.

Dalam kesempatan ini, Asrul SKM selaku kepala Puskesmas kampala dalam sambutannya menyampaikan, kita prioritaskan ke balita yang menjadi sasaran dan telah diukur angka stunting berhasil ditekan sebanyak 10 orang balita.”ujarnya.

Lanjutnya, namun balita yang mengalami stunting yakni, di wilayah dusun bongki 5 balita, dusun lengkese 1 balita, dan dusun palie 4 balita.

” Meskipun hasil intervensi serentak menunjukkan penurunan yang signifikan, terdapat perbedaan dengan data survei kesehatan Indonesia (SKI) yang mencatat prevalensi tunting menekankan pentingnya validasi data untuk mendapatkan gambaran yang akurat mengenai kondisi stunting di desa bongki lengkese, “tambahnya.

” Umumnya penderita rentan terhadap penyakit, kecerdasan di bawah normal, serta produktivitas rendah.

Penyebab stunting antara lain yaitu, rendahnya asupan gizi sejak janin hingga bayi umur 2 tahun, tidak terjaganya kebersihan lingkungan dan buruknya fasilitas sanitasi serta lingkungan permukiman ( air, sanitasi, kondisi bangunan) .

Efek stunting jangka pendek meliputi terhambatnya perkembangan, penurunan fungsi kekebalan, penurunan fungsi kognitif, dan gangguan sistem pembakaran.

Sedangkan dalam jangka panjang meliputi obesitas, penurunan toleransi glukosa, penyakit jantung koroner, hipertensi, dan osteoporosis. Puskesmas kampala, lakukan percepatan penurunan stunting.

” Kegiatan intervensi pencegahan stunting di wilayah kerja puskesmas Kampala terus dilakukan, dengan harapan pencegahan serta penanganan stunting dapat lebih optimal,” ungkapnya. (M.Alias/01).

Bagikan :