BNI.com//Bungo – Jambi – Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp17.000/tabung LPG 3Kg di Kabupaten Bungo hanya isapan jempol belak. Sebagian orang menjuluki tabung gas 3Kg ini dengan julukan tabung gas Melon karena bentuk, ukuran dan warna hijaunya yang dianggap mirip buah Melon. Dan saat ini banyak ditemukan tabung gas Melon isi ulang dijual tidak sesuai HET yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Jumat, (16/62023).

Seperti temuan di Pangkalan LPG 3Kg merek Fariz LPG, milik seorang pengusaha berinisial HK yang berlokasi di Desa Sarana Jaya Kecamatan Pasar Bathin III. Ia menjual pada warga dengan harga Rp20.000 – Rp23.000/ tabung dan praktek ini sudah berjalan selama satu tahun. Selain tidak sesuai HET, warga juga mengeluhkan stok LPG 3Kg didalam gudang bisa habis dalam waktu dua hari. Jika ditanya HK hanya menjawab sudah habis.

Menurut Suherman Datok Rio Sarana Jaya yang berhasil ditemui media bni.com mengatakan ia selaku Rio merasa sangat keberatan jika warganya harus membeli LPG 3Kg dengan kisaran harga yang mencapai Rp23.000/tabung.

“Harga diatas Rp17.000/tabung tidak sesuai HET dan sudah melanggar aturan yang telah ditetapkan pemerintah, yakni untuk LPG 3Kg Rp17.000/tabung. Dan yang paling aneh HK selaku pemilik pangkalan ini malah menyimpan papan merek di dalam gudang, ini sebenarnya ada apa,” ujarnya kesal.

Saat tim investigasi mempertanyakan harga LPG 3Kg kepada salah seorang pemilik, inisial P mengakui bahwa benar dia menjual kepada warga Rp20.000/tabung. Jika kami jual keluar Kabupaten Tebo baru seharga Rp23.000/tabung. Jika tidak begitu tenggang waktu yang diberikan oleh agen tidak terpenuhi ujarnya.

“Kuota LPG 3Kg adalah 250 – 300 tabung/minggu. Jika tidak habis maka tabung gas 3Kg akan kami lempar ke Tebo daerah Rimbo bujang,” ujarnya santai.

Padahal warga Desa Sarana Jaya mengeluhkan terjadi kelangkaan da mahalnya harga LPG 3Kg di desanya sendiri. Namun pemilik pangkalan dengan jujur mengatakan melempar ke tempat lain.

Kondisi masyarakat saat ini masih bisa membeli dan mendapatkan LPG 3Kg di warung atau pedagang pengecer yang dijual ke masyarakat dengan harga mulai dari Rp28.000 – Rp30.000/tabung. Ditengah-tengah kondisi ekonomi yang serba sulit seperti saat ini, warga masyarakat berharap pihak terkait dan pihak berwajib bisa hadir untuk memulihkan keadaan.

Penulis Joinsyah Sitorus|Editor Radiman Lah

Bagikan :