BNI.com//Pontianak -Kalbar – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Wartawan Online Indonesia (DPW IWO Indonesia) Provinsi Kalimantan Barat Syafarudin Delvin dan DPD IWO Indonesia se-Kalimantan Barat, mengecam keras tindakan pelaku penganiayaan terhadap wartawan di Majalengka dan berharap pelaku segera ditangkap serta diproses hukum, Sabtu (5/8/2023).
Johan Julian wartawan yang juga kepala biro media online Analisaglobal.com di wilayah hukum Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat yang menjadi korban penganiayaan oleh orang tidak dikenal. Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Kecamatan Malausma Kabupaten Majalengka.
Menurut Syafarudin ini bukan lagi kekerasan melainkan sudah kasus penganiayaan berat terhadap wartawan dan kejadian ini tidak bisa dibiarkan, apalagi pelakunya masih bebas berkeliaran diluar sana.
Untuk Itu kami dari seluruh anggota DPW Indonesia Kalimantan Barat dan seluruh anggota DPD IWO Indonesia se-Kalimantan Barat dengan ini menyatakan :
Mengecam dan menolak segala bentuk kekerasan baik berupa perkataan, tindakan maupun berupa perbuatan terhadap wartawan dimanapun bertugas.
Meminta Aparat Penegak Hukum dalam hal ini pihak Kepolisian Malausma Kabupaten Majalengka untuk segera menangkap pelaku penganiayaan terhadap Johan Julian wartawan media online Analisaglobal.com yang mengalami luka bacok di kepalanya.
Meminta Polsek Malausma dan Polres Majalengka maupun Polda Provinsi Jawa Barat agar mengusut tuntas dalang dari peristiwa pembacokan wartawan media online Analisaglobal.com.
“Meminta agar kasus ini nanti dapat berjalan sampai ke pengadilan dan berharap pelaku dapat dihukum sesuai dengan perbuatannya dan mengecam keras pelaku pembacokan terhadap saudara kami wartawan di Majalengka,” ujarnya.
Informasi yang dihimpun redaksi media Analisaglobal.com melalui saudara dan rekan korban yaitu M. Ali mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada hari Kamis dini hari (03/08/2023) sekitar pukul 03.00 WIB. Menurut keterangan yang disampaikan korban pada saat itu ada orang mengetuk pintu rumah.
“Saat membuka pintu orang tersebut langsung mengayunkan goloknya hingga mengenai kepala korban dan pelaku langsung lari,” terangnya.
Sementara itu keterangan dari ketua DPW IWO Indonesia Jabar, Jaidun Ubid pada media ini mengatakan dirinya mengecam keras pada pelaku yang telah melakukan penyerangan pada wartawan dari media online di Majalengka.
“Kami meminta kepada pihak kepolisian agar diusut tuntas atas kejadian penyerangan terhadap awak media dan kami akan kawal terus permasalahan ini,”tegas Jaidun.
M. ALI mengatakan korban saat ini sudah ada di Puskesmas Malausma, dan alhamdulillah kondisinya sudah mulai membaik. Dari kejadian tersebut korban mengalami luka robek dan mendapatkan 9 jahitan.
M. Ali mengatakan dalam kejadian tersebut, korban baru selesai melaksanakan tugasnya selaku wartawan. Diduga korban meminta konfirmasi ke salah satu proyek pekerjaan untuk melakukan peliputan pemberitaan. Terkait hal itu sampai berdampak dengan kejadian pembacokan.
“Identitas pelaku sudah kami kantongi dan kejadian ini sudah dilaporkan ke pihak Polsek Malausma,” jelasnya.
Sementara menurut pemimpin redaksi media online Analisaglobal.com Ade Kurnia yang juga Sekjen FORWATUR (Forum Wartawan Tasik Utara) mengatakan, bahwa kekerasan seperti ini sudah tidak bisa ditolelir karena sudah mengancam dan hampir menghilangkan nyawa seseorang.
“Tentunya hal ini harus dikawal sampai tuntas dimana pelaku harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Forum Wartawan Tasik Utara (FORWATUR) Halim Saepudin, dirinya mengecam keras atas tindakan pelaku dan itu harus ditindak lanjuti oleh pihak berwajib.
“Tentu kami sangat prihatin atas kejadian yang menimpa anggota kami yang juga satu profesi sebagai wartawan dan hal ini harus diusut sampai tuntas agar tidak terjadi kembali kerekan wartawan lainnya,” ujarnya.
“Karena kejadian ini sudah masuk penganiayaan berat. Dan saya berharap pihak penegak hukum segera menangkap si pelaku dan dihukum berat sesuai hukum yang berlaku,” harapnya.(Rudi Kurniawan)
Editor: Radiman Lah






