BNI.co.id>Aceh singkil-Aceh– dinas Pertanian jalin kerja sama dengan Universitas Syiah Kuala menuju peternak yang baik.
Pelatihan dilaksanakan tepatnya di gedung Aula kantor dinas pertanian di desa kampung baru kecamatan singkil utara Aceh singkil minggu tgl.21/7/2024).
Adapun kegiatan pelatihan cara beternak Hewan sapi dan kerbau yang disampaikan oleh pamateri dari Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.
Dalam kesempatan Awak media ini mengkonfirmasi kepla dinas pertanian dan pertenakan Syam,un mengatakan.
kegiatan. Kita ini
Pola vaksinasi yang baik dan peternakan yang baik ini kita kerjasama dengan usk dan rekan-rekan dari wcl atau lembaga apa lembaga lain lembaga pemerintah Kabupaten Aceh dalam hal ini Dinas Peternakan Universitas Syiah Kuala dan juga Dinas Peternakan Aceh dan kita bekerja sama terkait dengan masalah cara vaksinasi yang baik dan peternak cara beternak yang baik.
Syam,un menambahkan Hari ini kita laksanakan di dinas tanaman pangan pertanian dan peternakan untuk kegiatan hari ini diikuti sekitar 85 dari peserta peternak yang ada di Kabupaten Aceh Singkil.
Kami berharap ilmu yang diberikan bapak-bapak pemateri nanti bisa diterapkan di Kabupaten Aceh Singkil atau di wilayah ternaknya masing-masing dipraktekkan sehingga nanti apa yang menjadi kecemasan dalam, ”
Penyakit hewan,kita dapat memahami kondisi ternak mana yang sehat dan mana yang tidak sehat. kesehatan hewan ini bisa diterapkan dan bisa koordinasi langsung dengan petugas kami dan Insyaallah minggu ini juga kawan-kawan petugas kita dari dinas tanaman pangan dan peternakan
Akan turun ke lapangan,”
Dan petugas dari tim peternakan Aceh telah memberikan bebagai jenis obat2tan vaksin Untuk pengobatan Hewan yang sakit ternak masyarakat seperti sapi dan kerbau sebanyak 500 dosis atau sebanyak 500 ekor dosis sapi atau kerbau jadi nanti kami akan langsung coba dilakukan di lapangan di dalam penyuntikannya dilakukan oleh petugas kita sendiri.
melakukan vaksin di beberapa tempat.sebutnya.Syama, un.
Pameteri menyampaikan sampai saat ini vaksinasi masih dianggap sebagai salah satu cara mengendalikan serangan penyakit pada ternak sapi, terutama penyakit yang mudah menular.
Bahkan, pemerintah sudah mengatur terkait vaksinasi ternak. Oleh karena itu, pembibit sapi potong harus melakukan vaksinasi dan mencatat setiap pelaksanaan vaksinasi dan jenis vaksinasi ternak.
Vaksinasi adalah memberikan antigen untuk merangsang sistem kekebalan untuk menghasilkan antibodi khusus terhadap penyakit yang disebabkan oleh virus, protozoa, dan bakteri. Vaksinasi ternak dianggap sebagai cara paling efektif untuk mengendalikan penyakit ternak sapi maupun kerbau.
Vaksin bekerja dengan merangsang sistem kekebalan tubuh tanpa dipengaruhi penyakit.Hal tersebut bisa dicapai dengan menginaktivasi mikroba dengan menumbuhkannya di laboratorium dalam media biakan (atenuasi). Mikroba yang dimasukkan ke tubuh hewan ternak dapat merangsang respons sistem kekebalan tanpa menyebabkan penyakit.
Kegiatan vaksinasi tak hanya bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh ternak, tetapi juga berperan penting mendukung sektor ekonomi.kita mengetahui bertemakan bila dirawat atau kandangnya dibersihkan bakteri tidakan mudah menyerang ternak kita.
Pasalnya, serangan penyakit sering kali menimbulkan kerugian akibat kehilangan dan biaya produksi yang meningkat akibat pengobatan.
Vaksinasi ternak memiliki peranan penting dalam mengendalikan epidemi penyakit. Beberapa jenis penyakit yang dapat dikendalikan dengan vaksin adalah bovine viral diarrhea dan infectious bovine rhinotracheitis.
Penyakit lain yang dapat dicegah dengan vaksin adalah Salmonellosis, penyakit parasit, penyakit jamur, pneumonia,Rsv, Para Influenza-3 (PI-3), serta infectious bovine rhinotracheitis dan enteritis.
Namun,perlu kita ketahui, program vaksinasi pun bisa gagal. Kegagalan tersebut dapat disebabkan oleh banyak faktor, antara lain kesalahan diagnosis penyakit sehingga jenis vaksin yang dipilih salah, penyakit bersifat multifaktorial, kesalahan dalam menggunakan vaksin, banyaknya galur/strain yang tidak dapat dipenuhi oleh vaksin, dan hewan tidak mampu menghasilkan respons kekebalan yang cukup baik.
Proses vaksinasi hewan ternak memang memiliki kemungkinan tidak mampu menghasilkan respons kekebalan tubuh yang cukup karena berbagai hal seperti stres, sedang mengidap penyakit tertentu, atau nutrisi pakan yang didapatkan jelek. Oleh karena itu, sebelum divaksin, hewan ternak harus dipastikan dalam keadaan sehat, dan mendapatkan asupan pakan bergizi seimbang sebut pemateri (Sahman Manik/Red)






