BNl.com//Merangin-Jambi-salah satu warga SAD mengirimkan pesan kepada awak media, meminta menyampaikan keluhannya kepemerintahan, melalui media bedah Nusantara Indonesia.(BNI)…

Marilah kita simak bersama-sama tulisan keluhan salah satu warga suku anak dalam (SAD) mengirimkan pesan.senin 27/02/2023

(assalamualaikum, pak buk, ini saya dari suku anak dalam, saya ingin bertanya ya?

kenapa sesulit ini ekonomi kita rakyat, dan mungkin dikarenakan paktor nya ekonomi.

Iya saya lihat seluruh dimana-mana yang di perjuangkan rakyat hanya petani-petani sawit, dan kini karet sudah ketinggalan dan tidak ada harga nya, walaupun kerja deras nyadap karet tidak sesuai dengan pengeluaran lagi.

tapi kalau sawit maskipun sama aja dengan harga karet tetapi saya lihat di provinsi Jambi ini, seluruh nya memperjuangkan dan petani sawit.

Nah saya binggung iya, menurut kami suku anak dalam, sawit itu membuat lingkungan tidak baik, sungai-sungai pun jadi tertimbun dan tercemar karena semua racun, perawatan sawit saperti pupuk dan rondam dan lain-ainnya mengalir ke sungai.

Kita hidup sehat dan baik kalau tidak minum air atau makan tidak hidup,
masak dan berburu ikan butu sungai yang baik tidak tercemar, dan juga kita pun butuh sungai baik jernih, tidak keruh dan berlumpur, duri-duri sawit yang menimbun kesungai. semua kita rakyat kecil ini tidak semuanya pergi dekat atau jauh, naik pesawat pasti jalan kaki…namun perlindungan panas sudah terbuka tidak sanggup lagi melewatinya jalan dimana-mana,
harus pakai kendaraan melewatinya biar lebi cepat atau tidak terasa panas nya.

sekarang mulai menyempit hutan-hutan rimba diprovinsi Jambi karena petani-petani sawit terus melunjak, iya mungkin karena suruh pemerintahan setempat yang menyuruhnya rakyat kecil membuat atau pemperjuangkan petani-petani sawit,

Dulu masih ada karet’ lingkungan atau hewan-hewan dan termasuk kita manusia juga jadi aman sekarang manusia sudah kepanasan dan gelisah karena lingkungan dan tercemarnya sungai, apa lagi hewan-hewan di rimba’ sekarang sudah hilang berpindah jauh cari tempat yang tidak panas.

Masyarakat adat pun sudah sulit berburu hewan, kijang, rusa, dan babi, ikan, kini semua hewan melihat dan merasakan panas nya dan terlalu terang tidak ada lagi perlindungan, semuanya sudah hilang nya hewan di sekitar provinsi Jambi.

Iya ini sebuah pengalaman saya dari suku anak dalam saya selalu melihat latar belakangnya pasar dunia kepolitik kan manusia terjadi buruk, asalamualaikum wr wb, terimakasih kepada bapak ibu telah pembaca semua pengalaman kami anak suku dalam, bay kerenjam tampung, merasa ketidak senang nya melihat pemerinta dak ekonomi terkini” ungkap pengakuan nya suku anak dalam.(Sahrul/Red-03)

Bagikan :