Oleh : R.Risky N Natawijaya 

Hakikat dan Definisi Mabda’ Secara bahasa, mabda’ berarti permulaan atau asal. Namun secara istilah, mabda’ didefinisikan sebagai pemikiran mendasar dan pokok yang menjadi landasan bagi lahirnya pemikiran-pemikiran lainnya.

Sering terjadi kesalahpahaman di mana orang menganggap sifat-sifat baik seperti kejujuran, tolong-menolong, atau kedermawanan sebagai mabda’. Padahal, hal-hal tersebut hanyalah “pemikiran cabang” yang tumbuh dari suatu asas tertentu.

Sebuah pemikiran baru layak disebut sebagai Mabda’ jika ia merupakan konsep yang menyeluruh mengenai alam semesta, manusia, dan kehidupan, serta mencakup keterkaitannya dengan apa yang ada sebelum dan sesudah kehidupan dunia ini.

Pemikiran yang menyeluruh dan komprehensif inilah yang dikenal dengan istilah Aqidah. Agar aqidah tersebut mampu melahirkan sebuah sistem kehidupan yang utuh, ia harus diperoleh melalui proses berpikir yang rasional dan logis, yang disebut sebagai Aqidah Aqliyah, bukan sekadar dogma pasif atau emosional semata.

Ketika aqidah yang rasional ini mampu melahirkan solusi dan hukum untuk mengatur urusan kehidupan manusia, maka pada saat itulah ia berwujud sebagai sebuah Mabda’ atau Ideologi. Tanpa dasar yang kokoh ini, kehidupan manusia akan menjadi labil, tidak jelas arahnya, dan mudah berubah-ubah.

Berdasarkan kriteria di atas, hanya ada tiga ideologi besar yang memenuhi syarat sebagai Mabda’, yaitu: Islam, Komunisme, dan Kapitalisme. Ketiganya memiliki landasan pemikiran (aqidah aqliyah) yang utuh dan melahirkan sistem hukum untuk memecahkan masalah kehidupan.

Sebaliknya, paham-paham seperti nasionalisme, patriotisme, nazisme, maupun eksistensialisme tidak termasuk dalam kategori Mabda’. Hal ini karena mereka tidak memiliki sistem yang menyeluruh yang lahir dari sebuah aqidah yang utuh.

Demikian pula dengan ajaran atau agama yang hanya bersifat dogmatis dan emosional tanpa pembahasan akal yang mendalam; ia tidak dianggap sebagai Mabda’ karena tidak memancarkan sistem aturan kehidupan yang komprehensif.

Mabda’ atau ideologi dapat muncul melalui dua jalan:

1. Wahyu dari Allah SWT

2. Pemikiran dan akal manusia

Mabda’ yang berasal dari wahyu (Islam) adalah satu-satunya yang Haq (benar), karena datang dari Sang Pencipta yang mengetahui hakikat realitas secara mutlak dan sempurna.

Sementara itu, ideologi yang lahir semata-mata dari akal manusia dianggap Batil (salah), karena keterbatasan akal manusia dalam menjangkau seluruh realitas kehidupan. Akibatnya, sistem yang dihasilkan sering kali kon

Bagikan :