BNI.Com//Kota Subulussalam-Aceh – Puluhan Guru Honorer Kota Subulussalam lakukan audensi dikantor walikota dan selanjutnya mengarah ke Kantor DPRK Subulussalam untuk menyampaikan bahwa nasib mereka sebagai guru honorer yang terabaikan ,(Senin 29/05/2023)
kehadiran mereka di gedung Wakil Rakyat itu diterima langsung oleh ketua Praksi Granat Bahagia Maha dan beberapa anggota lain nya di ruang rapat DPRK Subulussalam.
Kehadiran puluhan para guru honor yang berasal dari beberapa sekolah SD,dan SMP ,dikota Subulussalam itu telah mendapat informasi dari pihak Kemendikbud bahwa kwota Formasi P3K pada tahun 2023 untuk kota Subulussalam terancam tidak dibuka padahal pihak pemerintah pusat telah memberi kesempatan namun Pemko Subulussalam tidak mengajukan atau mendaftarkan dengan alasan bahwa keuangan Pemko Subulussalam saat ini sedang Devisit.
Bahkan kemungkinan besar kesempatan bagi para honor di dinas kesehatan dan dinas lain nya juga berpotensi gagal akibat tidak ada nya usulan dari Pemko Subulussalam ,padahal sesuai dengan surat edaran Kemenkeu bahwa dana tersebut sudah tersedia dan ditransfer kedaerah melalui anggaran DAU,sehingga menurut mereka Tidak ada alasan pihak Pemko Subulussalam untuk tidak mengajukan Formasi P3K.
Mengenai nasib para guru tersebut mereka mengaku sudah mengabdi rata rata diatas 14 hingga 18 Tahun sebagai Guru Honorer disejumlah sekolah mungkin kesempatan mereka tinggal satu tahun ini karena dibatasi dengan persyaratan usia ,hal ini di ungkap kan oleh Samsuardi dari salah satu utusan guru dihadapan wakil walikota ,pihak DPRK juga kepala BKSDM.
Juga Samsuardi menyampaikan bahwa kedatangan mereka saat itu bukan lah melakukan Demo namun ingin Beraudensi dan menyampaikan empat poin persoalan penting , diantara nya ;
-Miminta kepada Pemko Subulussalam agar membuka Formasi P3K DIKOTA Subulussalam tahun anggaran 2023 .
– Mengenai Gaji honor mereka tahun 2021 ada sisa dua bulan lagi tidak terbayarkan oleh pihak Pemko bahkan sampai tahun 2023 ,kami tidak digaji namun kami tetap mengajar seperti biasanya ,
– Mengutamakan Penerimaan P3K dari Putra Putri kota Subulussalam
– Menambah besar Gaji para guru Honor yang selama ini hanya sebesar Rp 400.000/bulan .
Dalam hal tersebut Wakil Walikota Subulussalam tidak dapat mengambil keputusan secara pribadi. Namun, Wakil Walikota Subulussalam, Drs Salmaza MAP juga mengatakan.
Jika Informasi dari Guru Honorer ini benar bersumberkan dari pidato Mendikbud di YouTube mengenai anggaran penerimaan P3K ini sudah dianggarkan langsung dari pusat dan akan ditransfer langsung ke daerah maka Tidak ada alasan Pemko tidak mengajukan Formasi P3K,” cetus Salmaza.
Bahagia Maha , meminta kepada Wakil Walikota untuk menyampaikan langsung kepada Walikota Subulussalam atas kekesalan nya terhadap Kepala Dinas Pendikan saat di hubungi dan diminta untuk dapat hadir memberikan tanggapan atas Kedatangan para bapak ibu guru ini ,namun beliau tidak mau hadir berarti sama sekali tidak menghargai kami sebagai Wakil Rakyat ,saya sangat kesal atas sikap seorang kepala dinas yang tidak bisa menghargai orang lain ,seharus nya seorang Pejabat tidak bersikap demikian,” ungkap Bahagia Maha didepan media.
Sekali Gus kami meminta kepada Walikota agar mengurangi belanja yang tidak terlalu penting, agar hak para guru honorer dapat terpenuhi juga hak – hak para honor lain tidak terabaikan.
Dikesempatan itu, dengan rasa kesal, Samsuardin, mengatakan. Jika memang tenaga kami tidak di butuhkan lagi, tolonglah dibuat secercah surat untuk pemberhentian guru honorer seperti kami ini agar mengurangi beban perbelanjaan Daerah sekaligus mengurangi angka Devisit kota Subulussalam,atau.
“Izinkan kami pindah dari kota Subulussalam ini, jika P3K tidak dibuka lagi ,” cetusnya penuh dengan kekesalan (RB)





