Sukamara-BNI.co.id

Keluhan warga Desa Petarikan terkait kondisi gorong-gorong atau titian kayu di jalan penghubung menuju Dusun Sarang yang sudah tidak layak dilintasi mendapat perhatian. Rabu 28 Oktober 2026.

Melalui kolaborasi kelompok tani, pemerintah desa, dan pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit, pembangunan gorong-gorong secara swadaya dilakukan untuk meningkatkan keselamatan dan memperlancar akses transportasi masyarakat.

Kegiatan pembangunan tersebut diinisiasi oleh Alkadi, selaku Ketua Kelompok Tani (Poktan) Citra Bhuana Lestari yang berkedudukan di Desa Petarikan, dengan melibatkan Pemerintah Desa serta sejumlah kelompok tani dari wilayah Kecamatan Balai Riam, Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah.

Adapun kelompok tani yang turut bekerja sama dalam kegiatan ini meliputi:

1. Poktan Pinang Sendawir, diketuai Ali Suanto, berkedudukan di Desa Jihing, Kecamatan Balai Riam.

2. Poktan Dukuh Lembakar, diketuai Surianto, berkedudukan di Desa Air Dua, Kecamatan Balai Riam.

3. Poktan Batu Sungai Lupu, diketuai Marjana, berkedudukan di Desa Jihing, Kecamatan Balai Riam.

Selain itu, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit, yakni PT KSK dan FKK.

Salah seorang warga Desa Petarikan, Sero, mengungkapkan bahwa kondisi gorong-gorong atau titian kayu pada jalan penghubung Desa Petarikan menuju Dusun Sarang sebelumnya sudah tidak layak untuk dilintasi kendaraan.

Menurutnya, kondisi kayu yang telah lapuk dan rawan patah dapat membahayakan pengendara yang melintas, bahkan berpotensi menyebabkan kecelakaan.

“Kalau kayunya sudah tidak layak pakai dan patah saat dilintasi kendaraan, tentu sangat membahayakan warga,” ungkap Sero.

Ia berharap pembangunan gorong-gorong yang lebih layak dapat memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat yang setiap hari menggunakan akses jalan tersebut.

Sero menambahkan, keberadaan gorong-gorong yang layak lintas sangat penting bagi masyarakat karena dapat memangkas waktu perjalanan secara signifikan.

Sebelumnya, perjalanan dari Desa Petarikan menuju Dusun Sarang dapat memakan waktu sekitar 45 menit karena warga harus melewati jalur memutar. Dengan adanya akses yang lebih baik, waktu tempuh diperkirakan dapat dipersingkat menjadi sekitar 10 menit.

Jalan penghubung tersebut merupakan salah satu akses penting bagi warga, terutama masyarakat yang bekerja di perusahaan perkebunan, menuju ladang dan kebun, serta menjalankan berbagai aktivitas ekonomi sehari-hari.

Dengan demikian, pembangunan gorong-gorong ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keselamatan pengguna jalan, tetapi juga mendukung kelancaran mobilitas dan kegiatan perekonomian masyarakat setempat.

Apresiasi juga disampaikan oleh warga lainnya, Asan.I, yang menyampaikan rasa terima kasih atas keterlibatan seluruh pihak dalam pembangunan gorong-gorong tersebut.

Ia mewakili masyarakat Desa Petarikan dan Dusun Sarang menyampaikan penghargaan kepada kelompok tani, pemerintah desa, serta pihak perusahaan yang telah berkolaborasi untuk memperbaiki akses penghubung ant wilayah tersebut.

“Atas nama masyarakat Desa Petarikan dan Dusun Sarang, kami mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh pihak yang telah membantu membangun gorong-gorong yang layak dilintasi.

Semoga akses ini bermanfaat bagi masyarakat dan dapat mendukung aktivitas warga sehari-hari,” ujar Asan.I.

Pembangunan gorong-gorong secara swadaya ini menjadi contoh pentingnya semangat gotong royong dan kerja sama antara masyarakat, kelompok tani, pemerintah desa, dan pihak perusahaan dalam menjawab kebutuhan infrastruktur di wilayah pedesaan.

Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan akses jalan penghubung Desa Petarikan menuju Dusun Sarang menjadi lebih aman, efisien, dan bermanfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.

Warga pun berharap kerja sama serupa dapat terus terjalin guna mendukung pembangunan infrastruktur desa, meningkatkan keselamatan perjalanan, serta memperlancar aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Bagikan :