Luwu Utara-BNI.co.id
Sekitar 10 hektare tanaman padi di Desa Palandan, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, terancam gagal panen total.
Kerusakan dipicu kemarau panjang sekaligus serangan hama wereng yang membuat pertumbuhan padi terlihat kerdil, buah juga tidak bisa keluar secara maksimal, serta tanaman mengering dan tidak dapat tumbuh optimal.
Kepala Desa Palandan, Haji Suadi, S.H., meninjau langsung kondisi lahan persawahan tersebut pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Hasil peninjauan memperlihatkan tanaman padi kerdil, buah padi tidak terbentuk sempurna, terserang hama wereng, dan mengering di sejumlah titik lahan. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
“Kami berharap Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Utara segera turun ke lokasi untuk meninjau dan melakukan pendataan.
Saat ini masyarakat sangat membutuhkan bantuan berupa benih padi, pupuk, dan pestisida agar bisa kembali menanam di musim tanam berikutnya,” ujar Haji Suadi kepada awak media BNI.co.id.
Dalam peninjauan tersebut, Haji Suadi juga menyerahkan video dokumentasi kondisi sawah melalui pesan WhatsApp, yang memperlihatkan tanaman padi kerdil, buah tidak tumbuh maksimal, mengering, dan terserang hama wereng di lapangan.
Ia berharap dinas terkait segera turun tangan agar kerugian petani dapat dihitung dan ditangani dengan tepat sasaran.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Utara.











