Bungo-BNI.co.id

Kondisi pelayanan publik di Desa Padang Palangeh, Kabupaten Bungo, saat ini menjadi sorotan publik. Pasca perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H / 2026, sejumlah aparatur desa diduga mulai menurunkan kinerjanya dan terlihat malas untuk hadir di kantor desa. 6 April 2026.

Kondisi ini tentu sangat meresahkan masyarakat yang membutuhkan pelayanan administrasi, mengingat bangunan kantor desa yang terbilang megah namun minimnya kehadiran personil.

Berdasarkan pantauan tim media, kehadiran Kepala Desa (Datok) Rio Edi Kartono dinilai sangat kurang. Sejak usai libur lebaran, beliau tercatat belum pernah hadir di kantor dengan alasan yang hingga saat ini tidak jelas dan tidak dapat dikonfirmasi.

Tidak hanya Kades, kondisi ini juga dialami oleh para Kepala Urusan (Kaur). Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa dengan kondisi tersebut.

“Datok Rio pun sudah malas masuk kantor, apalagi para Kaur-nya. Kami menduga hal ini berkaitan dengan dana desa yang makin kecil potongannya sehingga membuat mereka enggan hadir,” ujar warga setempat.

Ironisnya, meskipun kantor desa memiliki fasilitas lengkap, namun yang hadir menjaga hanya 2 hingga 3 orang saja. Padahal, beban kerja dan tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat seharusnya tetap berjalan maksimal.

Warga pun berharap agar seluruh aparatur desa dapat kembali bekerja sesuai dengan fungsi dan tupoksi masing-masing, serta mengutamakan amanah yang diberikan oleh masyarakat.

Salah satu faktor yang menjadi sorotan adalah adanya kebijakan pemotongan anggaran Dana Desa yang ditetapkan oleh pemerintah. Hal ini diduga menjadi penyebab utama menurunnya motivasi para Kaur untuk masuk kantor dengan berbagai alasan yang dibuat-buat.

“Apakah karena dana yang diterima makin kecil sehingga semangat kerja ikut hilang? Ini harus dilihat akar permasalahannya oleh pemerintah kabupaten,” tambah sumber tersebut.

Ketika tim media berusaha melakukan konfirmasi terkait penggunaan Dana Desa maupun dana Koperasi Merah Putih (KMP), tim mendapati kantor desa sepi. Pejabat terkait, termasuk Kaur Bendahara, tidak dapat ditemui di tempat.

Upaya menghubungi melalui telepon seluler pun menemui jalan buntu, karena panggilan tidak dijawab baik oleh Datok Rio maupun para Kaur lainnya. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa mereka sengaja tidak hadir dan menghindar.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Datok Rio. Namun, beredar informasi bahwa beliau seringkali disibukkan dengan aktivitas atau pekerjaan di luar tugas dan wewenang (jobdesk) sebagai kepala desa, sehingga mengabaikan tugas utama di kantor.

Melihat kondisi yang semakin memprihatinkan ini, masyarakat meminta agar Inspektorat dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Bungo segera turun tangan melakukan monitoring dan evaluasi.

Warga juga meminta ketegasan dari Bupati Bungo, Dedy Putra, S.H., M.Kn., untuk memberikan sanksi tegas jika terbukti Kades dan perangkatnya melalaikan tugas.

“Warga Desa Padang Palangeh resah. Jika ini dibiarkan berlanjut, pelayanan masyarakat akan lumpuh. Harus ada tindakan tegas dari Bupati,” pungkas warga.

Bagikan :