Bungo-BNI.co.id
Pemilihan Kepala Desa atau Rio secara serentak di Kabupaten Bungo akan segera digelar pada 19 Juni 2026. Menyambut agenda penting tersebut, seluruh aparatur desa di berbagai wilayah telah menyelesaikan berbagai persiapan guna memastikan proses pemilihan berjalan lancar, aman, dan demokratis.
Salah satu desa yang ikut melaksanakan pemilihan adalah Desa Tanjung Menanti, Kecamatan Batin II Babeko. Di desa ini, tercatat ada empat orang yang mendaftarkan diri sebagai calon Rio. Rabu 17 2026.
Namun, dari sejumlah nama yang maju, satu sosok menonjol dan paling banyak mendapatkan dukungan serta harapan dari warga, yaitu Abdul Karim.
Abdul Karim bukanlah sosok baru dalam kepemimpinan desa. Ia telah teruji karena pernah menjabat sebagai Rio/Kepala Desa sebelumnya.
Selama satu periode memegang amanah, ia dinilai memimpin dengan baik tanpa menimbulkan permasalahan di tengah masyarakat. Berbagai program dan pembangunan desa pun berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi warga.
Rekam jejak inilah yang menjadi alasan utama mengapa nama Abdul Karim begitu diperhitungkan dan dielu-elukan masyarakat.
Salah satu tokoh masyarakat setempat, Anto, menyampaikan pandangannya mengenai sosok yang diharapkan dapat memimpin desa ke depan.
“Abdul Karim adalah sosok yang sudah berpengalaman, cerdas, bijaksana, dan berwibawa. Selama ini ia terbukti mampu menjadi pemimpin yang dapat dipercaya oleh seluruh lapisan warga,” ujar Anto.
Sementara itu, Sekretaris LSM Padam, Kanda Ruly, juga mengimbau masyarakat untuk cermat dalam menentukan pilihan. Ia menegaskan bahwa pemimpin desa harus memiliki integritas, kebijaksanaan, dan wibawa agar mampu mengayomi dan memajukan desa.
“Kami mengajak warga untuk mempercayakan amanah ini kepada sosok yang benar-benar matang dan terbukti kemampuannya. Jangan sampai kita mengulang kesalahan di masa lalu. Dengan kepemimpinan yang baik, kemajuan desa dapat terus berlanjut,” tegas Ruly.
Menjelang hari pemungutan suara, kesadaran masyarakat akan pentingnya memilih pemimpin yang tepat juga dinilai semakin meningkat.
Di era keterbukaan informasi seperti tahun 2026 ini, warga menyadari bahwa hasil pilihannya akan menentukan nasib desa selama delapan tahun ke depan.
“Masyarakat sekarang sudah semakin bijak. Kami paham bahwa jika salah memilih, maka selama delapan tahun ke depan kita sendiri yang akan merasakan dampaknya. Oleh karena itu, kami mencari sosok yang benar-benar siap memajukan Desa Tanjung Menanti,” tambah warga lainnya.
Dengan dukungan yang luas, pengalaman yang teruji, dan kepercayaan yang telah dibangun selama ini, nama Abdul Karim disebut-sebut sebagai sosok yang paling pantas dan layak untuk kembali memimpin Desa Tanjung Menanti menuju masa depan yang lebih baik.






