BNI.Com//Tebo-Jambi – Ratusan anggota koperasi usaha bersama Plasma PT. Tabora yang terletak di kabupaten Tebo, menyatakan mundur dari ke anggotaan koperasi usaha bersama yang bermitra dengan PT. Satya Kisma Usaha (SKU), anak perusahaan Sinarmas, mundur dari ke anggotaan nya karena kurangnya kerja sama antara anggota dan pengurus, sehingga bertahun tahun tidak ada rapat anggota yANg seharusnya di adakan oleh pengurus sekurang kurangnya sekali dalam setahun. Jumat, (15/09/2923).
Namun dalam hal ini semua pengurus yang di mintai keterangan oleh anggota tidak bisa memberikan alasan yang jelas, kenapa sudah dua tahun berturut-turut tidak ada (RAT) atau rapat akhir tahun.
Hal ini juga di perjelas oleh Kabid Dinas Koperasi yang berkantor bersama di Kabupaten Tebo, Iswandi, RAT tahun buku 2021 juga tidak kami laporkan ke pusat karena beberapa pertimbangan.,
Pihak Dinas Koperasi juga memaparkan jika kami sudah memintak para pengurus untuk mengadakan rapat namun juga tidak di indahkan.
“Rapat yg di pimpin langsung oleh Ubaidillah selaku Kades Rantau Api mengatakan, Saya sebagai Kades tentu sangat bertanggung jawab dengan warga saya, apa lagi ini menyangkut kelangsungan hidup mereka.”
“Pada kesempatan itu pula anggota Koperasi Usaha Bersama, juga telah membentuk Koperasi baru, ya itu Koperasi Rantau Api Berjaya, yang di ketua oleh Yusar, Sekretaris Iskandar Muda,SE. bendahara Ahmadi, Badan pengawas Ubaidillah S.sp. sebagai ketua , anggota, Imam Jauhari, M. Amin / gading.”
“Dalam rapat tersebut seluruh anggota yg hadir juga memintak hak hak anggota yg masih tersimpan dengan pengurus koperasi usaha bersama , baik itu simpansn wajib, simpanan pokok juga pee koperasi, dana simpanan , dan dana Replanting mintak di kembalikan ke anggota yg mengundurkan diri.”
Dan seluruh anggota sepakat untuk menjalin kerjasama sama yg baik dengan perusahaan, agar tidak terjadi lagi hal hal yg merugikan petani.
Kades, dan ketua koperasi juga berharap kepada pemerintah agar membantu proses kerja sama dengan perusahaan ini bisa jadi penengah dalam kesepakatan yg akan di buat oleh koperasi jasa Rantau Api Berjaya, dan pihak perusahaan kedepannya
Masyarakat rantau api juga mendesak perusahaan agar segera menerbitkan sertifikat hak milik petani, seperti yg dijanjikan awal ketika sosialisasi rencana pembukaan kebun KKPA, karena sekarang ini petani sudah melunasi hutang Bank,
Jika hal hal ini tidak di penuhi oleh perusahaan atau mempersulit kerja sama baru, anggota akan mengambil alih kebun mereka yg sudah lunas Bank itu.
Jumawarzi selaku ketua koperasi usaha bersama mendukung niat dari anggota yg ingin mundur dari kepengusan nya, demi kebaikan bersama dan bisa menjadi ajang persaingan yg sehat dalam membina kebun plasma masyarakat.(yusar).






