π½πππππππ½πΌ-ππππππ|π½ππ.πΎπ.ππΏ – Puluhan aktivis dari Lembaga Panrita Bhineka Bersatu (LPBB) dan Komite Konsolidasi Rakyat (KKRB) Bulukumba melakukan unjukrasa di kantor PT. Adira Finance Bulukumba pada Senin, 8 Januari 2024. Aksi ini dipicu oleh penarikan paksa kendaraan dan pemretelan yang dilakukan oleh oknum eksternal Adira Finance Bulukumba terhadap Rosmiati, seorang warga dari Desa Bontolohe, Kecamatan Bulukumpa.
Ketua umum KKRB. ArieΒ M. Dirgantara menekankan bahwa Adira Finance Bulukumba harus bertanggungjawab atas kejadian tersebut, karena penarikan mobil tersebut dilakukan atas kewenangan PT. Adira Finance Bulukumba.
“Persoalan ini bukan lagi menjadi masalah pribadi, tapi sudah menyangkut masyarakat banyak,” ungkap Arie, Senin 08 Januari 2024.
Harianto Syam, ketua umum LPBB, menjelaskan kronologis kejadian yang menimpa Rosmiati, yang mobilnya ditarik paksa dan beberapa bagian komponen mobilnya dipreteli oleh oknum eksternal Adira Finance Bulukumba. “Kelakuan oknum eksternal ini sudah tidak manusiawi, tidak bermoral,” tegas Harianto Syam.
Massa aksi juga melanjutkan unjukrasa di kantor DPRD Bulukumba, diterima langsung oleh ketua DPRD Bulukumba, H. Muh Rijal. Dalam pertemuan tersebut, H. Muh Rijal menegaskan akan segera melakukan hearing dan memanggil pihak PT. Adira Finance untuk menjawab persoalan ini. Ia juga berjanji akan menindak oknum eksternal atau debt collector perusahaan pembiayaan yang meresahkan masyarakat Bulukumba.
“InshaAllah kami akan segera memanggil pihak PT. Adira Finance untuk menjawab persoalan ini. Hasil pertemuan akan menjadi bahan pertimbangan untuk kami teruskan ke lembaga dan instansi terkait,” ujar H. Muh Rijal di hadapan massa pengunjukrasa.
Sebagaimana diketahui bahwa sebelumnya Korban penarikan paksa dan pemretelan mobil, Rosmiati, telah melaporkan permasalahan tersebut di Polres Bulukumba. (A.Makmur/Arie).






