Makassar-BNI.co.id

Peristiwa yang terjadi pada keluarga Marwa menjadi contoh menyakitkan tentang bagaimana perilaku tidak terpuji dari seorang anak dapat merusak keharmonisan keluarga. Marwa, anak kandung yang seharusnya menjadi sandaran orang tua di usia tua, justru melakukan tindakan menyakitkan dengan menipu dan bahkan memukul  orang tuanya (Ibu Kandung) hingga mereka terpaksa meninggalkan rumah demi menghindari hal hal yang tidak diinginkan.

Insiden yang memilukan ini terjadi di bulan Desember pada tahun 2025 tepatnya di wilayah Bontoduri kecamatan Tamalate kota Makassar,” kata Korban dengan nada sedih. Sabtu 28 Maret 2026.

Peristiwa Tindakan Menipu dan Pemukulan

Seiring berjalannya waktu, Marwa dan suaminya mengadaikan rumah dan menjual mobil RUSH milik ibunya tanpa seijin dengan nilai yang cukup pantastis.

Anehnya lagi perlakuan Marwa (Samaran Red) dan suaminya malah mengakui mobil itu miliknya bahkan terkadang mungusir ibunya dari rumah tersebut. Bahkan Marwah sering membuat alasan untuk meminta uang kepada orang tua dengan berbagai dalih yang tidak benar, seperti biaya kuliah tambahan atau keperluan darurat yang sebenarnya tidak ada.

Setelah kebenaran terkuak, orang tua mencoba membimbing dan memberikan nasihat, namun Marwa malah marah besar dan melakukan tindakan kekerasan dengan memukul orang tuanya.(Ibu kandung).

Peristiwa pemukulan tersebut terjadi pada bulan Desember 2025 dan sudah melaporkan ke pihak yang berwajib namun sampai detik ini belum kejelasan atau titik terang terkait perlakuan Marwa.

Ibu Marwa merasa sangat kecewa dan terluka dalam hati, hingga akhirnya memutuskan untuk pergi dari rumah karena tidak bisa lagi menanggung perlakuan dari anak kandung mereka sendiri.

Dampak yang Dialami Keluarga

– Kesehatan Orang Tua: Ibu Marwa (Samaran Red) mengalami cedera fisik akibat pemukulan dan mengalami gangguan kecemasan serta depresi akibat trauma yang diterima. Mereka kini tinggal di tempat sementara dan harus mengandalkan bantuan dari kerabat dekat untuk menenangkan jiwanya.

– Keharmonisan Keluarga: Hubungan keluarga yang dulunya hangat kini hancur berkeping-keping. Kerabat dan tetangga yang mengetahui peristiwa ini juga merasa prihatin dan mencoba membantu, namun Marwa tampaknya belum menunjukkan rasa kesalahan atau keinginan untuk memperbaiki diri.

– Dampak pada Marwa: Meskipun belum ada tindakan hukum yang diambil, Marwa kini harus menghadapi pandangan negatif dari lingkungan sekitar. Perilakunya juga membuatnya sendiri terisolasi dan kehilangan dukungan dari orang-orang terdekat.

Pesan dan Pembelajaran

Peristiwa ini memberikan pelajaran penting bagi semua pihak tentang pentingnya pendidikan karakter sejak dini, serta nilai-nilai rasa hormat dan kasih sayang kepada orang tua.

Orang tua diharapkan dapat lebih peka terhadap perubahan perilaku anaknya dan memberikan bimbingan yang tepat, sementara anak-anak harus menyadari bahwa orang tua adalah sosok yang layak dihormati dan tidak boleh diperlakukan dengan sembarangan.

Selain itu, tindakan kekerasan dan penipuan dalam keluarga adalah hal yang tidak dapat diterima dan bisa memiliki konsekuensi hukum serta dampak jangka panjang bagi semua pihak.

Bagi mereka yang mengalami masalah serupa, disarankan untuk mencari bantuan dari lembaga sosial atau pihak berwenang agar dapat menemukan solusi yang tepat dan menghindari dampak yang lebih buruk.

Sebagai catatan penting: Tindakan memukul dan menipu orang tua adalah perilaku yang sangat salah dan bertentangan dengan nilai-nilai budaya serta hukum di Indonesia. Jika Anda atau orang terdekat mengalami kekerasan dalam keluarga, segera hubungi pihak berwenang seperti kepolisian atau lembaga perlindungan keluarga untuk mendapatkan bantuan dan perlindungan yang tepat.

Bagikan :