Sambas-BNI.co.id

Suara sirene ambulans memecah kesunyian di Pos Lintas Batas (PLB) Aruk-Biawak, Kalimantan Barat, pada 9 Juli 2025 pukul 10.36 WIB. Di dalamnya terbaring Jeki (29), pekerja migran asal Desa Sabing Kecamatan Teluk Keramat  Kabupaten Sambas, yang baru saja menyelesaikan perjalanan darat ±195 km dari Rumah Sakit Umum Sarawak. (11/07/2025)

Tragedi bermula pada 22 Juni 2025. Jeki, yang bekerja sebagai buruh bangunan secara tidak prosedural di Tabuan Jaya, Kuching, terjatuh dari ketinggian lantai tiga sebuah gedung.

Jeki terjatuh bebas dari ketinggian sekitar 12 meter,” ungkap Sunardi selaku Ketua SBMI Sambas, dengan suara bergetar sunardi menceritakan. Akibatnya pemuda asal Sambas ini menderita Patah tulang terbuka di kedua kaki, lengan kanan, pendarahan internal dan Cedera di kepala.

“Dua Minggu di Ujung Nyawa, Tanpa dokumen resmi dan asuransi kesehatan, Jeki sempat menjadi pasien tak dikenal di Rumah Sakit Umum Sarawak.

“Dia dirawat di ICU dan pada tanggal 3 Juli 2025 di keluarkan dari ICU dan dirawat di bangsal umum. Keluarganya di Sambas tidak mampu membayar deposit sebesar RM 6.800 untuk perawatan intensif,” papar Sunardi.

“Proses Pemulangan pada Fase Krisis Medis, Tim dokter Malaysia sempat ragu melepas Jeki karena kondisi kesehatannya yang tidak stabil. Tekanan darahnya sangat rendah dan ada risiko perdarahan di kepala,” jelas Sunardi ketua SBMI Sambas.

“Di sampimg itu KJRI Kuching juga harus memverifikasi identitas Jeki yang tidak memiliki paspor, mengurus surat jaminan dari Pemerintah Desa Sabing, mengoordinasikan dengan imigrasi Malaysia.

“Pada 9 Juli 2025, ambulans Dinas Kesehatan Sambas yang dikoordinasikan oleh dr. Ganjar akhirnya bisa membawa Jeki pulang. “Kami menyiapkan ventilator portable dan perawat pendamping,” Kata dr. Ganjar saat saya hubungi,”kata Sunardi.

“Di balik cerita pemulangan ini, tersisa pertanyaan mendasar Sampai kapan warga seperti Jeki harus mempertaruhkan nyawa di negeri orang ?..Bagaimana memutus mata rantai pengiriman PMI Unprosedural yang sudah menjadi bisnis terselubung?..

“Ini bukan sekadar urusan satu nyawa yang tertolong, tapi tentang puluhan ribu ‘Jeki-Jeki’ lain yang masih terjebak dalam lingkaran kemiskinan dan eksploitasi.”beber Sunardi dengan keprihatinannya

Bagikan :