BUNGO-JAMBI|BNI.CO.ID -Kabupaten Bungo kembali dilanda banjir besar yang belum juga reda, dengan debit air Sungai Batang Bungo dan Batang Tebo yang meningkat drastis. Kejadian ini menyebabkan air meluap ke pemukiman warga Minggu 14 Januari 2024.
Sebanyak 66 ribu jiwa untuk mengungsi ke dataran yang lebih tinggi atau ke rumah kerabat. Kondisi saat ini lebih buruk dibandingkan dengan banjir yang terjadi pada akhir 21 Desember 2023.
Ketinggian air di sejumlah titik kali ini lebih dalam, bisa melampaui tinggi orang dewasa. Air juga meluap dan merendam jalan,” Ungkap. Zainaldi.Minggu.
Dari pantauan di lapangan oleh oleh awak media BNI diketahui bahwa ketinggian air di beberapa titik telah melampaui tinggi orang dewasa dan merendam jalan.
Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bungo, banjir ini telah mempengaruhi 15.868 rumah dan kepala keluarga, serta 66,144 jiwa. Sebanyak 70 desa di 14 kecamatan di Kabupaten Bungo terendam.
Zainaldi menghimbau warga, terutama yang tinggal di tepi atau bantaran sungai, untuk tetap waspada. dan meminta agar masyarakat memantau anak-anak dan menghindari aktivitas berbahaya seperti berenang di sungai yang berarus kuat. “Kondisi saat ini sangat berbahaya dengan debit air sungai yang dalam dan deras,” ujar Zainaldi.
Ia menambahkan, Kami berdoa agar kondisi segera membaik dan warga dapat kembali beraktivitas normal.
Banjir besar yang melanda Kabupaten Bungo ini menjadi tantangan serius bagi pemerintah daerah dan masyarakat. Penanganan bencana yang efektif dan responsif menjadi prioritas utama,
Sekaligus menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan dan solidaritas dalam menghadapi bencana alam saat ini sudah melakukan rapat antara Forkopimda maupun pihak terkait lainnya untuk meningkatkan status tanggap darurat selama 14 hari dan membuka dapur umum di lokasi kebanjiran,” jelasnya. (Richapratika/Red)





