MIAMI – Sepak bola memang tak pernah bohong soal kejutan. Tim Peringkat 1 Dunia sekaligus Juara Dunia, Argentina, nyaris pulang dengan muka tertunduk lewat dari turnamen ini setelah dipaksa berjuang mati-matian melawan Cape Verde – negara dengan penduduk hanya sekitar 529.800 jiwa, lebih sedikit dari antre sembako di Monas.
Hingga akhirnya gol bunuh diri di menit 111 menyelamatkan kebanggaan Lionel Messi dan kawan-kawan dengan skor akhir 3-2. Jumat 3 Juli 2026.
Di Stadion Hard Rock, Miami, semua sudah mengira ini bakal jadi pesta gol Argentina. Tapi kiper Cape Verde, Vozinha, tampil bak tembok yang belum kena audit: tendangan bebas Messi di menit 18 yang meluncur indah pun ditolak mentah-mentah.
Baru di menit ke-29 Messi berhasil menjebol gawang. Seketika Indonesia terasa seperti “Provinsi Buenos Aires Timur”, Grup WA mendadak penuh sorakan “GOAT!”, dan pedagang gorengan tiba-tiba jadi pakar taktik. Skor sementara 1-0 menutup babak pertama.
Pelatih Scaloni sempat mengingatkan: “Jangan main seperti pegawai yang baru rajin lima menit sebelum atasan datang.” Masuk babak kedua, peringatan itu terbukti benar.
Menit ke-59, Deroy Duarte menyamakan kedudukan 1-1. Stadion hening sepi seperti grup keluarga yang baru ditegur admin, sementara rakyat Cape Verde di rumahnya pun kabarnya ikut bersorak heboh.
Messi dan kawan-kawan terus menyerang, tapi Vozinha seolah memasang antivirus premium: semua serangan dianggap ancaman dan langsung dihapus.
Di masa tambahan waktu pertama, Lisandro Martinez menyundul masuk gol ke-2 Argentina (2-1). Pendukung di Indonesia histeris, ada yang memeluk dispenser, mencium TV, bahkan tiba-tiba mengaku punya buyut bernama “Pak Gonzales”.
Namun drama belum selesai. Menit ke-103, Sidny Lopes Cabral menyamakan lagi 2-2! Bumi seolah bergetar, gedung terasa goyang, dan fans Argentina mulai bingung mau nyalakan atau matikan televisi.
Puncak drama di menit ke-111: saat menyapu bola hasil tendangan sudut, bek Cape Verde Diney Borges malah memasukkannya ke gawang sendiri. Gol bunuh diri! Argentina unggul 3-2!
Emiliano Martinez kemudian berubah menjadi pintu brankas Bank Indonesia, menahan dua peluang emas Cape Verde di menit-menit akhir. Peluit panjang berbunyi, Argentina lolos ke babak 16 besar dengan napas tersengal.





