BNI.com //Tebo-Jambi – Sejumlah warga mengungkap ada upaya penggusuran lahan pertanian yang diklaim sepihak dilakukan oleh PT Andika Perkasa Nusantara (APN).
Penggusuran dilakukan dengan dua alat berat berupa ekskavator untuk menggilas lahan pertanian milik masyarakat Mekar limau manis, Rantau limau manis, dan sungai jernih,” kata salah warga yang tidak mau menyebutkan jati dirinya.
“Peristiwa kemarin, Ada sekitar dua alat berat,” katanya kepada BNI.com ketika ditemui dikediaman beliau
Ia kemudian berkata, “Mereka mencoba menggusur, merusak tanah-tanah pertanian, ladang kebun karet yang masih produksi masyarakat yang sudah ada, diratakan oleh ekskavator.”
Menurut warga tersebut, duduk perkara konflik antara PT APN dengan masyarakat bermula sejak masyarakat tidak mau bergabung ke PT tersebut.
Saat itu, perusahaan berusaha memasuki area lahan pertanian, dan mengajak masyarakat yang mempunyai lahan untuk bermitra 80 persen dan 20 persen, 80 untuk PT APN 20 untuk masyarakat, sedangkan Lahan tersebut adalah milik pribadi masyarakat yang menanam tebang tebas.
Upaya PT APN mengambil alih lahan dengan membolak balikkan fakta, malah masyarakat yang telah lama hidup dan menanam di bilang menyerobot lahan mereka dengan beralaskan izin prinsip tentu penolakan masyarakat petani tidak mau menyerahkan tanah pertanian mereka.






