Semarang.BNI.co.id

 

Di depan kantor grab Semarang yang beralamatkan jl imam Bonjol no 47/49 Purwosari kecamatan Semarang Utara kota Semarang Jawatengah 50171 di temukan beberapa karangan bunga yang mengisikan Aksi Penolakan akses hemat dari aplikator Grab karna yang dirasa sangat merugikan driver Grab , 24 April 2025.

Sony, salah satu perwakilan mitra Grab di Semarang, menyatakan bahwa kebijakan ini menyulitkan mitra terutama yang sudah bekerja keras sepanjang hari.

“Kami hanya ingin bekerja dengan adil, tanpa harus membayar lebih untuk dapat orderan. Skema Akses Hemat ini justru membuat kami seperti harus beli jalan agar bisa bekerja. Ini tidak adil bagi kami mitra yang sudah berjuang setiap hari di jalan,” ujar Sony, Kamis (24/4).

Ia menambahkan, dampak langsung dari tidak berlangganan sangat terasa bagi para mitra.

“Kalau nggak langganan, orderan jadi anyep. Sehari bisa cuma dapat satu dua order, padahal kami butuh penghasilan buat keluarga. Rasanya seperti dipaksa langganan kalau mau tetap jalan,” ungkap Sony.

Karangan bunga ini sengaja di buat bentuk kondisi berduka karna hilangnya kesejahteraan untuk para mitra .

Besar harapan para mitra ojek online Jawa tengah agar Bapak Gubernur Ahmad Luthfi bisa memanggil atau memberikan sanksi keras terhadap aplikator nakal ,Ujar Eko salah satu driver online.

Bagikan :