BNI.com//Baru Bara-Sumut – Beberapa bulan terakhir ini masyarakat di beberapa dusun khususnya dusun sepuluh desa Sei balai kecamatan Sei balai kabupaten Batu Bara sangat resah. pasalnya hampir tiap malam ada saja warga yang mengeluh Akibat rumahnya di satroni maling . (Senin 23/1/2023)
Hasil konfirmasi dari beberapa korban yang sempat di temui langsung oleh awak media sebut saja Paino buruh bangunan warga dusun sepuluh yang kehilangan kereta sorong.
“Tolonglah pak sampaikan ke Polsek, kiranya pak Kapolsek berkenan menolong kami. dugaan kuat pelakunya adalah salah satu warga kami yang pecandu berat narkoba dan ada indikasi bandar kecil di dusun kami”,bebernya.
Hal Senada apa yang di sampaikan Abdul Latif juga warga dusun sepuluh yang kehilangan pupuk non subsidi tiga sak dari dalam dapurnya “sudahlah hasil dari bertani padi tak seberapa ,dapat hasil di belikan pupuk ,malah pagi harinya sudah raib di sikat maling.
“Semenjak Isu narkoba meraja Lela di desa kami maka pencurian dari rumah ke rumah pun semakin parah”
Demikian pula Suherman yang juga warga dusun sepuluh kehilangan dua sak pupuk subsidi dari dapurnya” pupuk subsidi selain sangat sulit untuk mendapatkan nya setelah dapat malah di gondol maling,apa boleh buat mau tak mau saya harus cari lagi yang non subsidi,tak sebanding hasil panen yang tak seberapa kalau harus membeli pupuk non subsidi,
“Saya yakin semua ini karena sabu-sabu, dulu dusun kami tak seperti ini.sekarang mau tidur istirahat malam pun kami harus berpikir lagi”.
Mirisnya, Yanti yang juga warga dusun sepuluh, hanya bisa pasrah dan tak tau harus mengadu kemana. perihal kerisauan nya walau hanya sebuah kereta sorong yang di sikat maling
“Tolonglah pak sampaikan ke Kapolsek agar mau membantu kami mengamankan lingkungan kami, jujur saya selaku ibu tunggal takut dengan pencurian yang semakin meraja Lela di dusun kami “ucap dengan penuh harap.
Berbeda dengan hendra warga dusun dua Sei balai yang kehilangan dua baterai mobil colt diesel nya beberapa Minggu yang lalu ,pagi-pagi hendak di starter mobil tak merespon ternyata baterai nya sudah raib,di cek ke mobil yang satunya ternyata sama baterai juga raib di gondol maling “pagi itu juga istri saya menyampaikan perihal pencurian yang menimpa kami melalui WhatsApp ke pak kadus ,namun sampai hari ini tidak ada jawaban dari pak kadus sendiri
Pada saat awak media bertanya kepada para korban mengapa tidak melaporkan hal ini kepada Polmas desa,kelima korban kompak menjawab “Kamipun tak tahu siapa Polmas desa Sei Balai
Terpisah Elpis kades Sei balai saat di hubungi lewat sambungan WhatsApp “Gak ada melapor dan tidak membuat LP.ke Polsek “singkat
Opini publik tentulah menyimpulkan maraknya pencurian di Desa sei Balai khususnya di dusun sepuluh adalah dampak dari penyalah gunaan narkoba yang semakin merajalela .
Padahal kalau di lihat dari tabel realisasi anggaran dana desa Sei Balai T.A 2021-2022 ada judul kegiatan (Jumlah Peserta Pelatihan Kesiapsiagaan/Tanggap Bencana Skala Lokal Desa //Insentif Relawan Bencana Alam dan Narkoba//
Rp. 4.500.000) Efektif kah anggaran yang sudah di realisasikan tersebut
Kembali publik bertanya.






