BNI.com//Kab.Sambas-Kalbar-pemerintah melalui beragam program bantuan guna melengkapi sarana prasarana guna meningkatkan Perekonomian dan memudah kan Masyarakat untuk beraktivitas melalui penghubung Jalan di setiap daerah hingga merata. 1-9-2023

Namun hal ini menimbulkan potensi kasus praktek pelanggaran, dalam pengalokasian dana berbagai kucuran dana tersebut sangat rentan Korupsi, tak jarang kesempatan ini di jadikan Aji mumpung untuk meraup keuntungan pribadi oleh oknum bermental korup.

Untuk itu perlu, peran kontrol sosial sangat penting termasuk dari masyarakat dalam rangka memonitoring atau memantau setiap program bantuan yang dikucurkan pemerintah, agar sesuai dengan peruntukannya, sehingga tercipta pembangunan yang sesuai dengan aturan dan tujuan awal dari program terkait.

Salah satu nya Proyek Jembatan Gantung.
Dibangun anggaran pagu dana Rp 5.046.169.000. Pelaksana CV Putra Timur no kontrak HK 0201-Bb20.5.1/474 bersumber dana APBN Tahun Anggaran 2022 pekerjaan jembatan gantung di Desa Seranggam Kecamatan Selakau Timur, mengalami kerusakan/retak di bagian pondasi.Warga Desa ,dan juga selaku Kades Rahmat mengatakan, kualitas pekerjaan jembatan saat ini tidak sebanding dengan besaran anggaran dengan pembangunan jembatan tersebut. Padahal pembangunan jembatan tersebut baru selesai di resmikan oleh Bupati Sambas H.Satono pada awal Agustus 2023

“Baru seumur jagung. Bagian pondasi nya sudah retak. Pondasi (jembatan) ini kan ada dua sisi yang retak, tutur Rahmat

Padahal, diakui Warga jembatan gantung tersebut menjadi urat nadi masyarakat di Desa Seranggam , umumnya masyarakat Kecamatan Selakau Timur sebagai penghubung antar desa bahkan Atar kecamatan dan arah perbatasan Kabupaten ucap warga

“Jembatan ini memiliki akses dari Desa Seranggam, Desa ,Selakau Timur dan Desa Seidaun.Itu akses (jembatan) perekonomian masyarakat Desa Desa tersebut.Semua aktivitas masyarakat termasuk anak-anak sekolah melalui jembatan tersebut,” Ungkap warga

Sebelumnya, diceritakan oleh masarakat.Masyarakat terpaksa menyeberang antar Desa menggunakan perahu atau motor air penyeberangan, dengan mengeluarkan biaya Rp5 ribu – Rp10 ribu. Ia mewakili masyarakat setempat berharap pemerintah dapat segera melakukan tindakan untuk agar jangan sampai kerusakan yang ada semakin parah, karena kerusakan tersebut berada di pondasi bangunan jembatan gantung.

“Keluhan dari masyarakat, pembangunan jembatan gantung di Desa Seranggam ini di duga sembarangan dan asal jadi saja. Padahal anggaran di proyek ini sangatlah besar tetapi pembangunannya tidak maksimal. pondasi yang tidak kuat membuat masyarakat khawatir dari segi kualitas ketahanan dan dari segi keamanan sa’at melintasi jembatan tersebut,” ungkapnya.

Diketahui jembatan gantung tersebut hanya digunakan untuk pejalan kaki dan roda dua, sementara kendaraan tosa maupun mobil tidak menggunakan akses tersebut.

Menanggapi hal itu,pihak awak media berusaha menghubungi pihak pelaksana/kontraktor untuk konfirmasi.Terhubung melalui via whatsapp.Kemudian pihak pelaksana,itu akan di perbaiki karena masih dalam waktu pemeliharaan.ucap nya.

Lanjut,Kades seranggam menuturkan,akibat dari pelaksanaan kegiatan tersebut,masarakat kecewa dengan pihak pelaksana di mana akibat dan inbas dari pelaksanaan pekerjaan tersebut.Di mana bekas perlintasan dari Alat berat.Jalan Aspal yang di hujung jembatan tersebut Hancur/rusak, padahal pihak kontraktor akan berjanji bersedia untuk memperbaiki,dan Masyarakatnya sudah menyediakan material nya dengan cara swadaya,namun pihak kontraktor pelaksana begitu selesai pengerjaan nya hanya main tinggal begitu saja.
Ungkap Rahmat nada kecewa.(Wardi)

Bagikan :