Luwu Utara – BNI.co.id

 

16 Mei 2026, Semangat pantang menyerah ditunjukkan oleh 12 siswa SDN 047 Bumi Harapan dalam kegiatan perkemahan Pramuka di Desa Salu Lemo, Kecamatan Baebunta luwu Utara Sulawesi Selatan.

Meski kondisi cuaca di lokasi perkemahan diwarnai curah hujan yang cukup tinggi, hal tersebut tidak menyurutkan langkah mereka untuk menuntaskan kegiatan hingga akhir.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tiga malam (14-17 Mei 2026) di halaman SMPN 3 Baebunta ini diikuti oleh 9 siswa putri dan 3 siswa putra.

Ketangguhan mental para siswa ini semoga membuahkan hasil dengan pada lomba Cerdas Cermat dan Tarian Ada dan lomba lainnya.

Dukungan Penuh Orang Tua dan Guru keberhasilan siswa bertahan di tengah cuaca ekstrem ini tak lepas dari dukungan luar biasa para orang tua siswa.

Sejak hari pertama, para orang tua aktif memberikan dukungan moral maupun logistik agar anak-anak mereka tetap fit selama berkemah.

Senada dengan hal itu, Kepala Sekolah SDN 047 Bumi Harapan, Urbanus Pagiling, bersama seluruh jajaran guru turun langsung ke lokasi.

Kehadiran seluruh tenaga pendidik ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan kesehatan siswa tetap terjaga di tengah kondisi cuaca yang sering hujan.

“Kerjasama antara guru dan dukungan orang tua menjadi kunci kekuatan kami di sini.

Meskipun cuaca hujan, anak-anak tetap ceria karena mereka merasa didampingi penuh,” ujar Urbanus.

Misi Pembentukan Karakter di Tengah Tantangan Bagi Urbanus, tantangan cuaca justru menjadi sarana belajar yang nyata bagi para siswa.

Kondisi alam yang tidak menentu melatih mereka untuk lebih tangguh dan disiplin.

“Tujuan utama kami tetap pada pembentukan karakter, akhlak, dan kemandirian.

Di sinilah mereka belajar bagaimana tetap mandiri dan saling peduli dalam kondisi apa pun,” tambahnya.

Harapan pengawas SD SMP TK. Ibu Rostina Tarik S.Pdi, bahwah kegiatan pramuka ini awal kami lakukan di Kecamatan Baebunta dan semoga kedepan lebih baik lagi.

Partisipasi SDN 047 Bumi Harapan dalam perkemahan ini membuktikan bahwa sinergi antara sekolah dan orang tua mampu menciptakan lingkungan belajar yang positif bagi siswa, bahkan di luar ruang kelas formal. Pungkasnya.

Bagikan :