BNI.com//Tebo-Jambi -masyarakat simpang niam sampai lubuk kambing mengeluhkan jln yg mereka lewati setiap hari hancur akibat mobil tronton bermuatan batu bara melintasi jalan masyarakat tersebut.. yang tidak lagi mengindahkan keluhan masyarakat, banyak mobil terpuruk di jalan menambah susah masyarakat setempat untuk melewati jalan itu,Sabtu 25.03.2023
Sudah beberapa kali pertemuan masyarakat dengan pihak perusahaan tambang.. namun hanya serimonial saja, kemudian tetap di langgar oleh pihak perusahaan, contoh tidak boleh beroperasi sebelum jam 18,00. Tetap di langgar, meninbun jln dengan batu , tetap tidak di indah kan.. bahkan sekarang , jln tambah hancur akibat musim hujan..
Ada beberapa perusahaan yang ingkar janji.. tidak terlibat tentang perbaikan jln.. hanya numpang lewat saja. Bahkan dengan masyarakat sekitar yg terdampak tidak mau tau , jika panas debu masuk ke rumah rumah warga, jika musim hujan lumpur sepanjang jalan…
Anak anak yang mau pergi dan pulang sekolah sangat merasakan dampak dari mobil mobil bermuatan berat ini, dan sering juga terjadi kecelakaan yang merenggut nyawa penduduk sekitar..
Salah satu warga di temui awak media nasional mengatakan , “kami warga terdampak akibat mobil mobil ini MEMINTAK pemerintah agar menyetop semua mobil mobil ini, agar tidak lagi melintas di depan rumah kami, walaupun jln selalu di perbaiki tetap saja rusak karena volume mobil yg melintas terlalu banyak.. sama saja membakar uang klo seperti ini.. pagi di timbun malamnya hancur lagi..sementara kami yang tunggal di sepanjang jln ini hanya jadi penonton..”
Jln simpang nian lubuk kambing sekarang lagi tahap pembangunan, kalo masih ada mobil mobil bermuatan berat melewati jln ini.. kami yakin jln ini tidak akan bertahan lama.. jadi kami warga yg tinggal di sepanjang jln ini , MEMINTAK agar segera menyetop kegiatan mobil mobil yang bermuatan berat ini di setop.. sebelum kami masyarakat yg akan menyetop nya sendiri. ” Demikian yg di sampaikan oleh masyarakat dengan
jurnalis bedah Nusantara Indonesia ..yang juga warga tengah Ilir,
Warga simpang sudah cukup bersabar, sudah bertahun tahun menderita dengan keberadaan mobil tambang ini, namun tidak ada dampak positif yang di rasakan, masyarakat dana. CSR hanya habis di jln yang mereka hancurkan sendiri..





