Sinjai – BNI.co.id
Di tengah aktivitas masyarakat di kawasan Jalan Hos Cokroaminoto, Kelurahan Balangnipa, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, tersimpan kisah pilu seorang lansia yang luput dari perhatian, rabu15/04/2026
Harisa (69 tahun), harus menjalani hari-hari tuanya seorang diri dalam kondisi serba kekurangan sejak ditinggal wafat oleh suaminya.
Harisa hidup tanpa pendamping maupun keluarga yang merawat. Di usia senja, ia bertahan dalam keterbatasan ekonomi yang membuatnya tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar secara layak.
Rumah yang ditempatinya di kawasan tersebut jauh dari kata layak huni.
Bangunannya sederhana dan memprihatinkan, dengan dapur yang menyatu dengan ruang aktivitas utama.
Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berisiko terhadap kesehatan dan keselamatan.
Lebih memprihatinkan lagi, untuk kebutuhan listrik, Harisa masih bergantung pada sambungan dari rumah tetangga.
Ketergantungan ini kerap memicu persoalan, hingga aliran listrik sering diputus, terutama pada malam hari.
Akibatnya, ia harus menjalani malam dalam kegelapan tanpa penerangan yang memadai.
Meski telah lama tinggal di wilayah tersebut, Harisa diketahui belum pernah menerima bantuan sosial dari pemerintah, baik berupa bantuan tunai, sembako, maupun program perbaikan rumah.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan terkait akurasi pendataan dan pemerataan bantuan bagi warga yang benar-benar membutuhkan, khususnya lansia yang hidup sebatang kara.
Warga sekitar, Anto (45) mengaku prihatin dan berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pusat.
Harisa kata dia sangat layak mendapatkan bantuan, baik untuk kebutuhan sehari-hari, perbaikan tempat tinggal, maupun akses listrik mandiri yang aman.
“Kami berharap pemerintah segera turun tangan. Beliau sudah tua dan hidup sendiri dalam kondisi seperti ini,” ujarnya.
Di usianya yang semakin senja, Harisa hanya bisa menjalani hari dengan penuh keterbatasan, berharap ada perhatian dan uluran tangan yang datang untuk mengubah hidupnya menjadi lebih layak”.




