Luwu Utara – BNI.co.id

 

Jembatan darurat yang membentang di aliran Sungai Lasumba, penghubung Desa Palandan (Kecamatan Baebunta) dan Desa Muktitama (Kecamatan Baebunta Selatan), Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, kini rusak parah dan patah.

Struktur jembatan tersebut sudah tidak dapat dilalui lagi, baik oleh warga, petani maupun pelajar.

Jembatan ini memiliki peran sangat vital bagi kedua desa tersebut.

Selain menjadi satu-satunya akses utama menuju lahan pertanian dan perkebunan seluas ratusan hektar yang menjadi tumpuan hidup warga, jalur ini juga dilalui ratusan siswa setiap harinya untuk menuju SMAN 16 Luwu Utara yang berlokasi di Desa Bumi Harapan, Kecamatan Baebunta.

Kerusakan ini tidak hanya mengancam keselamatan warga, tetapi juga melumpuhkan aktivitas ekonomi dan akses pendidikan sehari-hari.

Kepala Desa Palandan, Haji Suadi, S.H., dalam keterangannya kepada Awak Media Bedah Nusantara pada Jumat (8/5/2026) pagi, menyatakan bahwa usulan perbaikan hingga pembangunan jembatan baru sebenarnya telah diajukan berulang kali setiap tahun.

Usulan tersebut disampaikan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), mulai dari tingkat kecamatan hingga ke tingkat kabupaten, namun hingga kini belum ada realisasi.

Merespons kondisi yang semakin mendesak, Haji Suadi menyampaikan keprihatinan dan meminta pihak berwenang serta dinas terkait untuk segera menangani persoalan ini sebagai prioritas utama hingga berita ini diterbitkan.

“Ini adalah satu-satunya akses penghubung yang bisa digunakan warga, baik untuk ke lahan pertanian maupun ke sekolah.

Kondisinya sudah patah dan rusak parah, sangat berisiko membahayakan keselamatan. Kami sangat berharap penanganan dilakukan secepat mungkin,” tegas Haji Suadi.

Bagikan :