BNI.com//Buol-Sulteng – Bentrokan antara 2 Warga di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah yang terjadi pada malam takbiran akhirnya damai.
Diketahui bentrokan tersebut melibatkan warga Desa Talaki dan Desa Dopalak Kecamatan Paleleh.
Untuk menghindari bentrokan berkepanjangan, TNI-Polri dan Muspika bergerak cepat untuk mengatasi perseteruan tersebut dengan mempertemukan kedua belah pihak.
Alhasil, perdamaian pun berhasil ditempuh dengan mengelar Deklarasi Damai antara kedua belah pihak yaitu Desa Talaki dan Desa Dopalak yang digelar di BPU Kecamatan Paleleh, Kabupaten Buol. Kamis, 27 April 2023.

Pada kesempatan ini Camat Paleleh yang memulai sambutan mengharapkan tidak ada lagi dendam antara kedua Desa dan menjamin keamanan.
“Apabila warga Desa Dopalak hendak kedesa Talaki maupun sebaliknya agar tidak terjadi pertikaian lagi, Mari kita ciptakan kedamaian karena damai itu indah,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan Bahwa pada dasarnya masyarakat Desa Dopalak dan Desa Talaki adalah saling bersaudara sehingga mari kita tumbuhkan rasa persaudaraan diantara saudara kita.
Sementara itu Kades Dopalak menyampaikan bahwa pada dasarnya kita ingin berdamai dan tidak ada lagi saling merasa saling dendam, dan seluruh Masalah tetap diproses sesuai hukum yang berlaku kita dukung sepenuhnya.
“Serahkan kepada aparat penegak hukum, dan diharapkan seluruh masyarakat baik masyarakat Desa Dopalak dan Desa Talaki untuk tidak saling merasa dendam dan sama-sama menjaga perdamaian serta sebagai Kades siap menjamin keamanan dan ketertiban,” katanya.
Hal senada juga disampaikan oleh Kades Talaki melalui Sekdes mengajak untuk bersama-sama menahan diri dan jaga perdamaian karena pada dasarnya bahwa kita adalah bersaudara.
“Saya selaku pemerintah Desa Menjamin dan menjaga keamanan serta menertibkan masyarakat yang ada di Desa Talaki,” ujarnya.
Kemudian Danramil Paleleh menyampaikan ajakan untuk satukan tangan menjalin perdamaian.
“Kalau kita sudah berdamai maka kehidupan sehari-hari akan indah dengan rasa kekeluargaan,” singkatnya.
Menutup sambutan Kapolres Buol menyampaikan beberapa hal diantaranya bahwa pada dasarnya kedua warga Desa masih memiliki hubungan saudara sehingga haram hukumnya menumpahkan darah saudara sendiri.
“Jangan mengutamakan ego sendiri, penegakkan hukum berjalan sesuai aturan yang berlaku, diharapkan warga tidak usah ungkit kembali, marilah melangkah kedepan beraktivitas seperti biasanya,” kata Kapolres dalam memberikan sambutannya.
Untuk diketahui bahwa deklarasi damai yang digelar pasca bentrok kedua kelompok warga dua Desa pada malam takbiran Idul Fitri ini berlangsung aman dan lancar diakhiri dengan salam-salaman serta pemberian tanda kenang-kenangan dari Polres Buol berupa perlengkapan olah raga bola volly beserta net.
Sementara itu Kasihumas Polres Buol Ipda Ridwan, S.IP menambahkan bahwa dengan adanya deklarasi damai ini Kapolres Buol mengharapkan tidak ada lagi bentrok yang mengatasnamakan warga Desa.
“Jadi jika ada keributan dikemudian hari itu merupakan perselisihan individu dan akan ditindak sesuai dengan aturan yang berlaku,”terang Kasihumas menambahkan pernyataan Kapolres Buol. (007)






