Sinjai – BNI.co.id
“Pada hari Kamis tanggal 31 Juli 2025 dua mahasiswa KKNT-114 Desa Kaloling dari fakultas berbeda menerbitkan modul pemberdayaan masyarakat secara terpisah untuk mendukung pengembangan Desa Kaloling, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai dalam rangka program KKN Tematik GEL.114.
Nabila dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Manajemen dan Dayana dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jurusan Ilmu Politik masing-masing menyusun modul spesifik sesuai dengan bidang keahlian dan fokus program kerja mereka.
Nabila menerbitkan modul yang berfokus pada penerapan Knowledge Management System (KMS) untuk meningkatkan produktivitas petani dan peternak melalui pencegahan penyakit pada ternak sapi Bali dan tanaman padi di Desa Kaloling.
Modul yang disusun Nabila ini memuat panduan praktis pengumpulan, pengelolaan, dan penyebaran pengetahuan lokal terkait pencegahan penyakit ternak dan tanaman. Melalui dokumentasi sistematis, diharapkan petani dan peternak dapat menerapkan strategi pencegahan secara mandiri untuk meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.
“Penyakit pada ternak sapi dan tanaman padi masih menjadi ancaman nyata bagi produktivitas pertanian dan peternakan di Desa Kaloling. Minimnya dokumentasi pengetahuan dan terbatasnya akses informasi menjadi fokus utama modul ini,” ungkap bagian pembuka modul Nabila.
Sementara itu, Dayana menerbitkan modul terpisah yang mengangkat tema “Rancangan Peraturan Desa Berdasarkan Aspirasi dan Kebutuhan Masyarakat” dari perspektif ilmu sosial dan politik.
Modul Dayana berfokus pada pentingnya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan desa melalui penyusunan regulasi yang mengakomodasi aspirasi dan kebutuhan riil warga. Program ini merespons kebutuhan urgent pengembangan desa yang berkelanjutan.
Dalam modulnya, Dayana menekankan bahwa aspirasi kebutuhan masyarakat menjadi tolak ukur kepuasan dan kemajuan pembangunan desa. Pendekatan partisipatif dalam penyusunan peraturan desa diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan aktif warga dalam pembangunan.
Modul Nabila lebih menekankan pada aspek teknis dan implementasi sistem manajemen pengetahuan untuk peningkatan produktivitas ekonomi masyarakat. Sedangkan modul Dayana fokus pada aspek regulasi dan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan desa.
Kedua modul yang diterbitkan ini dirancang sebagai media edukasi yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat desa. Dengan bahasa yang mudah dipahami dan dilengkapi panduan praktis, modul-modul ini diharapkan menjadi referensi berkelanjutan bagi pengembangan Desa Kaloling.
Modul Nabila memuat tips pencegahan penyakit, dokumentasi best practices, dan panduan implementasi KMS. Sementara modul Dayana berisi framework penyusunan peraturan desa, mekanisme partisipasi masyarakat, dan contoh-contoh regulasi yang responsif terhadap kebutuhan warga.
Kedua modul tersebut kemudian diserahkan kepada pemerintah Desa Kaloling sebagai dokumentasi resmi dan panduan untuk pengembangan program pemberdayaan masyarakat. Pemerintah desa diharapkan dapat memanfaatkan kedua modul ini sebagai acuan komprehensif dalam penyusunan kebijakan dan program pembangunan Desa.






