BNI.com//Simalungun-Sumut-Kejadian bermula pada Senin 12 November 2022 saat pasien bumil SANTIYEM (36)warga Huta IV PANEMBEAN baru kecamatan bandar MASILAM kabupaten Simalungun.Selasa (17/1/2023).

ingin memeriksakan terkait kandungan nya yang seperti nya tidak berkembang,namun saat di periksa di puskesmas ! pihak puskesmas mengatakan kepada pasien bumil SANTIYEM(36) bahwa ia mengalami re aksi penyakit HIV AIDS

Disamping itu pihak puskesmas menyarankan kepada pasien bumil tersebut agar segera periksa ke laboratorium yang ada di puskesmas batu enam Siantar ,Lalu pasien bumil tersebut pun memeriksakan penyakit re aksi HIV Aids  tersebut ke puskemas batu enam dan ternyata setelah hasil laboratorium keluar menerangkan bahwa hasil nya negatif, pasien bumil SANTIYEM(36) sama sekali tidak terkena penyakit HIV AIDS.

Tetapi pasien bumil beserta keluarga tidak habis pikir melihat tindakan dan ucapan epi(40) salah satu pegawai Puskesmas yang  dengan sengaja memberitahukan kepada salah seorang warga ibu Ningsih(45) sebelum hasil laboratorium keluar terkait penyakit re aksi HIV Aids tersebut yang akhir nya diketahui banyak warga dan dampak nya terhadap pasien bumil SANTIYEM(36) menjadi di KUCIL kan dan di jauhi oleh masyarakat.

Saat di konfirmasi kepada saksi ibu Ningsih(45) tetangga dari pasien bumil mengatakan ” benar ibu bidan mengatakan kepada saya hati hati dengan SANTIYEM(36) karena ia terkena penyakit HIV Aids ” ucap nya.

Lalu atas kejadian tersebut pihak media juga mengkonfirmasi Dr.bernard Tindaon selaku kepala puskesmas mengatakan”sebagai pimpinan di puskesmas ia meminta maaf kepada pasien bumil dan keluarga atas kejadian ini” ucap nya.

Maka dengan ada nya kejadian yang memalukan ini korban SANTIYEM(36) beserta keluarga berencana akan melaporkan kejadian ini ke Polsek perdagangan.

Bagikan :