Luwu Utara-BNI.co.id
Kondisi akses jalan menuju Kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) serta lahan pertanian warga dinilai sangat memprihatinkan.
Padahal, jalur tersebut seharusnya sudah dibangun dengan konstruksi plat dekker, namun hingga kini belum terwujud.
Akibatnya, masyarakat dan petugas terpaksa menggunakan batang kelapa sebagai jembatan darurat di tengah kondisi jalan yang becek dan berlumpur. letak lokasi tersebut berada di Desa Baebunta kec. Baebunta Kab. Luwu Utara. depan SPBU baloli.
Jembatan darurat dari batang kelapa ini kini menjadi satu-satunya jalan yang harus dilalui setiap hari, baik oleh warga yang hendak ke lahan pertanian maupun petugas BPP yang bertugas, siang maupun malam.
“Sayangnya, sarana yang tidak memadai tersebut telah menimbulkan berbagai risiko kecelakaan.
Beberapa kali terjadi insiden di mana petugas maupun warga terjatuh bersama kendaraannya, baik roda dua maupun roda empat, akibat batang kelapa yang patah hingga menyebabkan kendaraan terperosok ke dalam Got.
Perlu diketahui, jalan tersebut merupakan satu-satunya akses penghubung menuju kantor BPP sekaligus pintu masuk utama menuju areal persawahan dan perkebunan yang luasnya mencapai puluhan hektar, yang menjadi tumpuan ekonomi warga setempat.
Kepala BPP Kecamatan Baebunta, Nasrum, Sp., mengungkapkan hal tersebut kepada awak media, Selasa (5/5/2026). Ia menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam atas kondisi yang terjadi.
“Kami sangat prihatin, usulan pembangunan jalan dengan plat dekker ini sebenarnya sudah kami sampaikan hingga empat kali, namun sampai saat ini belum ada realisasi sama sekali,” ungkapnya.
Nasrum berharap, pihak berwenang baik di tingkat daerah maupun provinsi dapat segera menaruh perhatian serius.
Ia meminta agar dinas terkait segera mengambil langkah nyata guna memperbaiki akses jalan menuju kantor BPP maupun jalan usaha tani yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat.





